Seorang pemuda bernama M. Tomul Adi Kurniawan (19) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Kali Banjir Kanal Barat (BKB), Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kejadian tragis ini bermula ketika korban nekat melompat ke dalam sungai setelah terlibat pertengkaran hebat dengan mantan kekasihnya. Korban melompat ke air dalam upaya untuk mengambil kembali kunci sepeda motor milik mantan kekasihnya yang sebelumnya telah ia lempar ke dalam kali tersebut. Setelah dilakukan pencarian, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah korban pada Senin (3/8) pagi, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal tempat ia dilaporkan tenggelam.
Peristiwa memilukan ini berawal pada Sabtu (1/8) malam ketika Tomul bertemu dengan mantan kekasihnya yang berinisial DS (17) di kawasan Jembatan Roxy. Dalam pertemuan tersebut, Tomul meminta DS untuk kembali menjalin hubungan asmara dengan dirinya. Namun, DS menolak ajakan tersebut sehingga memicu terjadinya cekcok atau pertengkaran di antara keduanya. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, membenarkan adanya insiden tersebut dan mengonfirmasi bahwa pertengkaran pasangan itu memang terjadi di sekitar area kali.
Berdasarkan keterangan seorang saksi mata bernama Tatyati (61), pertengkaran tersebut sempat diwarnai tindakan kekerasan. Tatyati menjelaskan bahwa menurut cerita yang disampaikan oleh DS kepada warga sekitar, Tomul sempat mencekik DS setelah ajakannya untuk balikan ditolak. Setelah melakukan tindakan tersebut, Tomul mengambil kunci sepeda motor milik DS dan langsung melemparkannya ke Kali Banjir Kanal Barat. Tak lama setelah melempar barang tersebut, Tomul kemudian nekat melompat dari jembatan untuk mengambil kembali kunci yang telah dibuangnya.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Namun, derasnya arus di Kali Banjir Kanal Barat membuat Tomul kesulitan untuk berenang hingga akhirnya ia tenggelam. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan kepada korban. Saksi lain bernama Yuli (40) menyatakan bahwa warga berupaya menyelamatkan Tomul dengan melemparkan galon atau jeriken ke arahnya sebagai alat bantu apung darurat. Sayangnya, arus sungai yang sangat kuat membuat upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil menyelamatkan korban dari maut.
Pascakejadian, pihak kepolisian segera membawa DS ke pos polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Sementara itu, DS bersama sang ibu tetap menunggu di lokasi kejadian hingga pagi hari untuk memantau proses pencarian Tomul. Operasi pencarian korban dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, BPBD DKI Jakarta, Gulkarmat, serta instansi terkait lainnya. Tim penyelamat melakukan pencarian dengan menyisir jalur darat dan juga mengerahkan perahu karet di sepanjang aliran sungai.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Setelah pencarian yang berlangsung sejak akhir pekan, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan pada Senin (3/8) pagi. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, melaporkan bahwa jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengambang dengan posisi telungkup. Jasad tersebut ditemukan mengapung di kawasan Sungai Season City, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik awal lokasi korban dilaporkan melompat dan tenggelam.
Kawasan Sungai Season City sendiri dikenal sebagai lokasi yang sering menjadi tempat tersangkutnya korban tenggelam. Menurut penjelasan Tatyati, derasnya arus sungai serta keberadaan pembatas sampah di area tersebut membuat jasad korban yang hanyut kerap kali tersangkut di sekitar Season City. Tatyati juga mengungkapkan bahwa sekitar dua bulan yang lalu, warga setempat sempat menemukan jasad seorang pria lanjut usia yang mengambang di titik lokasi yang sama.






