Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan tindakan tegas melalui operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah. Kali ini, operasi senyap lembaga antirasuah tersebut menyasar Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, pada Selasa, 28 Juli 2026. Penangkapan ini mengejutkan publik mengingat sang bupati belum lama menjabat sebagai kepala daerah di wilayah tersebut.
Kabar mengenai operasi tangkap tangan ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Dirinya membenarkan adanya kegiatan penindakan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK di wilayah Kabupaten Pemalang. Kendati demikian, hingga saat ini pihak komisi antirasuah masih belum memberikan penjelasan secara mendalam mengenai kasus hukum spesifik yang melatarbelakangi OTT tersebut. KPK juga belum merilis informasi detail mengenai jumlah pihak lain yang turut diamankan dalam operasi senyap kali ini, sehingga informasi mengenai konstruksi perkara masih bersifat terbatas.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Anom Widiyantoro merupakan Bupati Pemalang yang menjabat untuk periode 2025-2030. Dirinya berhasil menduduki kursi nomor satu di Kabupaten Pemalang setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pemalang tahun 2024. Dalam kontestasi politik tersebut, Anom berpasangan dengan Nurkholes, seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendampinginya sebagai calon wakil bupati. Pasangan Anom-Nurkholes keluar sebagai pemenang setelah berhasil meraup dukungan sebanyak 278.043 suara, atau setara dengan kurang lebih 44,51 persen dari keseluruhan jumlah suara sah. Setelah terpilih, Anom Widiyantoro resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada tanggal 20 Februari 2025.
Melihat latar belakang pribadinya, Anom Widiyantoro lahir di Kota Cimahi, Jawa Barat, pada tanggal 20 Maret 1970. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD St. Yusuf Cimahi pada rentang tahun 1977 hingga 1983. Setelah itu, ia melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama di SMP Negeri 1 Cimahi dari tahun 1983 sampai 1986. Untuk pendidikan menengah atas, Anom bersekolah di SMA Negeri 4 Bandung dan lulus pada tahun 1989. Ketertarikannya pada bidang ekonomi membuatnya melanjutkan studi ke Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada tahun 1996. Tak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi dan memperoleh gelar Magister Manajemen (M.M.) dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2005.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Sebelum terjun ke dunia politik dan memimpin Kabupaten Pemalang, Anom Widiyantoro memiliki rekam jejak yang cukup panjang di dunia profesional. Ia pernah dipercaya untuk menduduki posisi penting di dunia korporasi, salah satunya sebagai Direktur PT Wijaya Karya Realty, yang merupakan anak perusahaan dari BUMN konstruksi terkemuka, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Di ranah pribadi, Anom menikah dengan Noor Faizah Maenofie pada tahun 1999. Pertemuan pertama pasangan ini terjadi saat mereka masih berstatus sebagai mahasiswa dan sama-sama mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selain kesibukannya di dunia kerja dan pemerintahan, keluarga Anom juga mengelola bisnis keluarga berupa Cafe Locomotif. Usaha ini dikenal aktif memberikan wadah bagi perkembangan seni lokal, mulai dari memfasilitasi penampilan band-band lokal, hingga mendukung komunitas teater dan industri perfilman setempat.






