apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Buntut Cemoohan Terhadap Pasien BPJS, RSUP Dr. Sardjito Nonaktifkan Oknum PPDS

Domu TobingDiterbitkan 7 Agu 2026 - 10.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Buntut Cemoohan Terhadap Pasien BPJS, RSUP Dr. Sardjito Nonaktifkan Oknum PPDS
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

RSUP Dr. Sardjito mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan sementara seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berinisial EPR dari proses pendidikan sejak Rabu (5/8). Langkah disiplin ini diambil menyusul gelombang kritik publik yang menyoroti komentar bernada nirempati dari pelaku di media sosial terhadap keluhan seorang pasien BPJS Kesehatan yang kini telah meninggal dunia. Tindakan penonaktifan ini diharapkan memberikan ruang bagi proses investigasi yang sedang berjalan agar dapat dilakukan secara menyeluruh dan objektif.

Kejadian ini berawal dari curahan hati yang sempat dibagikan oleh pasien peserta BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Dalam unggahan di media sosial tersebut, Yurizal membagikan pengalaman pahitnya yang harus menunggu hingga delapan jam lamanya hanya untuk mendapatkan kepastian kamar rawat inap di rumah sakit. Bukannya mendapatkan simpati atau penjelasan yang menenangkan, keluhan Yurizal justru dicemooh oleh oknum tenaga kesehatan di media sosial. Komentar-komentar yang dinilai tidak memiliki empati tersebut langsung memicu kemarahan publik setelah pasien yang bersangkutan meninggal dunia.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Banu Hermawan selaku Kepala Bagian Humas dan Hukum RSUP Dr. Sardjito menjelaskan bahwa keputusan untuk menonaktifkan EPR dari proses pendidikan kedokteran spesialis mulai berlaku sejak Rabu, 5 Agustus. Penonaktifan ini diduga kuat berkaitan erat dengan komentar tidak berempati yang ditulis oleh EPR melalui akun Threads pribadinya dengan nama pengguna @erudarahaadini. Selama masa penonaktifan tersebut, EPR diwajibkan menjalani rangkaian proses pemeriksaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh pihak Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM serta manajemen RSUP Dr. Sardjito.

Baca Juga

Pemerintah Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor untuk Perkuat Food Estate Kalimantan Tengah

Pemerintah Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor untuk Perkuat Food Estate Kalimantan Tengah

Pemeriksaan terhadap EPR dilakukan melalui Sekretariat Bersama Pendidikan Bermartabat, sebuah wadah kolaborasi yang dimiliki oleh RSUP Dr. Sardjito dan FKKMK UGM untuk menjaga integritas pendidikan kedokteran. Banu Hermawan juga menegaskan bahwa unggahan yang ditulis EPR di media sosial sepenuhnya merupakan tindakan pribadi yang bersangkutan. Tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan ataupun mewakili sikap resmi dari institusi RSUP Dr. Sardjito maupun FKKMK UGM. Meskipun EPR sendiri telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya, proses penegakan kode etik tetap dilanjutkan demi menghormati martabat pasien yang menjadi prioritas utama pelayanan kesehatan.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan pihak rumah sakit, manajemen memastikan bahwa hanya ditemukan satu orang peserta PPDS dari RSUP Dr. Sardjito yang menuliskan komentar nirempati pada akun @yurizaltrich. Banu Hermawan memastikan bahwa akun-akun tenaga kesehatan lain yang turut memberikan komentar bernada miring dalam unggahan tersebut bukan berasal dari lingkungan internal RSUP Dr. Sardjito. Kendati demikian, sorotan publik terhadap perilaku para tenaga kesehatan di media sosial ini terlanjur meluas dan menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Baca Juga

Polres Singkawang Pastikan Pembawaan Emas 8,3 Kilogram di Bandara Legal dan Berdokumen Resmi

Polres Singkawang Pastikan Pembawaan Emas 8,3 Kilogram di Bandara Legal dan Berdokumen Resmi

Kasus ini juga memantik reaksi keras dari jajaran legislatif di Jakarta. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, meminta pihak rumah sakit untuk tidak ragu menjatuhkan sanksi administratif maupun disiplin kepada tenaga kesehatan yang terbukti bersikap nirempati terhadap pasien. Politikus PDI Perjuangan ini juga meminta organisasi profesi kedokteran untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan yang objektif dan menjatuhkan sanksi tegas apabila para pelaku terbukti melakukan pelanggaran etik.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Asep Rommy Romaya, turut mengecam keras sikap tidak terpuji sejumlah oknum tenaga kesehatan tersebut. Asep mengingatkan bahwa meskipun sedang beraktivitas di media sosial pribadi, para tenaga kesehatan tetaplah menyandang status sebagai abdi negara yang memiliki tanggung jawab moral yang sangat tinggi di mata masyarakat. Oleh karena itu, sikap empati dan profesionalisme harus tetap dijaga dengan baik demi menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan nasional.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPJS KesehatanPelayanan KesehatanEtika ProfesiRSUP Dr Sardjito

Berita Terbaru Lainnya

Sinyal Rotasi Portofolio, Investor Asing Mulai Borong Saham Bank BUMNPemerintah Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor untuk Perkuat Food Estate Kalimantan TengahJasa Marga Perkuat Layanan Tol Berbasis Teknologi dengan Fokus pada Keselamatan PenggunaPolres Singkawang Pastikan Pembawaan Emas 8,3 Kilogram di Bandara Legal dan Berdokumen ResmiSiasat Pengendara Hindari Antrean Panjang di SPBU JakartaJejak Digital Ponsel Ungkap Sisi Lain Tersangka Mutilasi di DepokPembangunan Off Ramp Ciawi Selatan Dimulai, Solusi Atasi Kemacetan di Bogor SelatanPemkot dan DPRD Kota Bogor Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Rentan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap