Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa optimistisnya bahwa Indonesia akan segera bangkit dan tumbuh menjadi negara yang kuat dalam beberapa tahun ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden saat membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keyakinan ini didasari oleh berbagai potensi besar yang dimiliki bangsa. Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang, terutama didukung oleh melimpahnya kekayaan alam serta langkah-langkah strategis yang tengah dijalankan oleh pemerintah saat ini.
Kekayaan Alam dan Tantangan Korupsi
Presiden Prabowo memaparkan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa melimpah. Di antara kekayaan tersebut, pemerintah mencatat adanya penemuan ladang-ladang gas baru serta cadangan emas yang sangat melimpah di berbagai wilayah tanah air. Penemuan ladang gas dan cadangan emas yang luar biasa ini menjadi modal penting bagi kemakmuran bangsa di masa depan.
Namun, Presiden juga mengingatkan adanya tantangan besar yang harus dihadapi bersama, yaitu praktik korupsi. Menurutnya, tindakan korupsi inilah yang mengakibatkan banyak kekayaan negara yang seharusnya dinikmati rakyat justru dibawa lari ke luar negeri. Oleh karena itu, pemberantasan korupsi menjadi fokus penting agar kekayaan alam Indonesia dapat sepenuhnya dikelola demi kesejahteraan masyarakat.
Massa Aksi di DPR Masuk Jalan Tol S. Parman, Mobil Diduga Milik Pejabat Dirusak

Guna meminimalkan kebocoran anggaran, pemerintah telah melakukan langkah efisiensi anggaran secara ketat. Upaya efisiensi ini berhasil menyelamatkan anggaran negara hingga mencapai ratusan triliun rupiah. Dana hasil penghematan ratusan triliun rupiah tersebut kini dialokasikan secara khusus untuk membantu masyarakat yang paling miskin serta kelompok yang paling tidak berdaya di Indonesia.
Swasembada Pangan dan Kemandirian Energi
Selain pengelolaan anggaran, pemerintah juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar bangsa melalui sektor pangan dan energi. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah berhasil mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu dua tahun. Pencapaian swasembada pangan ini menjadi tonggak penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional secara mandiri.
Di sektor energi, pemerintah kini tengah gencar mendorong kemandirian energi nasional. Langkah ini diambil guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Dengan menekan impor BBM dan mengoptimalkan sumber energi dalam negeri, Indonesia diharapkan dapat lebih mandiri secara ekonomi dan energi di masa yang akan datang.
Pencarian Korban Banjir Nepal Berlanjut di Tengah Kerusakan Infrastruktur

Program Kesejahteraan dan Koperasi Desa
Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui program-program sosial yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Salah satu program unggulan pemerintah, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dilaporkan telah berjalan sukses dan kini menjangkau sebanyak 62 juta penerima manfaat. Penerima manfaat dari program MBG ini mencakup anak-anak, ibu hamil, serta orang tua lanjut usia (lansia) di seluruh penjuru tanah air.
Untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, pemerintah juga merencanakan pengoperasian puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih. Kehadiran koperasi desa ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa sekaligus memastikan bahwa berbagai barang bersubsidi dari pemerintah dapat diterima langsung oleh masyarakat luas dengan harga yang sesuai dengan ketentuan yang telah diatur.






