Di pelataran Bina Graha, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Senin (31/8/2026), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan kepada wartawan mengenai pencalonannya dalam bursa kepemimpinan kesehatan global. Langkah ini dipastikan menjadi penugasan resmi dari kepala negara.
Saat memberikan penjelasan, Menkes Budi Gunadi Ungkap Pesan Prabowo untuk Maju Dirjen WHO. Menurut Budi, Presiden Prabowo Subianto melihat adanya peluang bagi Indonesia karena selama ini negara ini belum pernah menempatkan tokohnya sebagai pemimpin tertinggi di lembaga naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ketika melihat kesempatan tersebut terbuka, Presiden Prabowo langsung meminta Budi untuk mencoba maju dan mengambil tantangan tersebut.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Presiden Prabowo menitipkan amanah khusus agar Budi dapat menjadi representasi bagi kepentingan negara-negara berkembang atau Global South. Banyak negara, termasuk Indonesia, merasakan perlunya kehadiran pemimpin dunia yang mampu menyuarakan kepentingan wilayah berkembang tersebut. Terlebih lagi, negara-negara Global South secara populasi jumlahnya lebih banyak dan menghadapi tantangan kemiskinan yang lebih besar, sehingga membutuhkan perhatian khusus di tingkat global melalui lembaga dunia seperti WHO.
Proses pemilihan Direktur Jenderal WHO saat ini masih bergulir dan menyisakan sekitar dua tahapan lagi sebelum nantinya dikerucutkan menjadi tiga kandidat utama. Berdasarkan data terbaru di laman resmi WHO per 22 Agustus 2026, terdapat empat nama yang masuk dalam bursa pencalonan resmi. Selain Budi Gunadi Sadikin dari Indonesia, tiga kandidat lainnya adalah Hans Henri P. Kluge dari Belgia, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Saat ini, posisi Direktur Jenderal WHO masih dijabat oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus. Mantan menteri luar negeri sekaligus menteri kesehatan asal Ethiopia tersebut merupakan sosok pertama dari Benua Afrika yang berhasil terpilih memimpin WHO. Tedros kini tengah menjalani periode kepemimpinan keduanya untuk rentang waktu 2022–2027, setelah sebelumnya menyelesaikan periode pertama pada 2017–2022.






