apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

BPK Soroti Enam Tantangan Utama Menuju Era Government 5.0

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 8 Agu 2026 - 19.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BPK Soroti Enam Tantangan Utama Menuju Era Government 5.0
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Apakah instansi pemerintah di Indonesia sudah benar-benar siap beralih ke era Government 5.0 yang serbadigital dan berbasis kecerdasan buatan? Pertanyaan ini menjadi krusial mengingat visi Indonesia Emas 2045 menuntut tata kelola publik yang jauh lebih modern, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan gambaran nyata mengenai kesiapan tersebut dengan memetakan sejumlah hambatan mendasar yang masih membayangi birokrasi tanah air. Lembaga pemeriksa negara ini mengidentifikasi setidaknya enam tantangan utama yang harus segera diatasi oleh jajaran kementerian dan lembaga pemerintah demi memuluskan transisi menuju Government 5.0.

Anggota I BPK RI sekaligus Pelaksana Tugas Anggota IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, memaparkan tantangan-tantangan tersebut saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2025 kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta. Menurut BPK, perjalanan menuju sistem pemerintahan masa depan ini menuntut pemanfaatan teknologi digital secara masif, penerapan kecerdasan buatan (AI), analisis data yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Baca Juga

Mentan Amran Tinjau Distribusi Pangan di Alor Usai Terima Aspirasi Mahasiswa UNDIP

Mentan Amran Tinjau Distribusi Pangan di Alor Usai Terima Aspirasi Mahasiswa UNDIP

Tantangan pertama yang disorot oleh BPK adalah belum meratanya transformasi digital di seluruh lini pemerintahan. Hal ini diperparah oleh masalah klasik berupa fragmentasi data pemerintah, di mana integrasi data antarlembaga masih sering terhambat ego sektoral. Selain itu, Indonesia juga menghadapi keterbatasan talenta yang menguasai kecerdasan buatan. BPK juga mencatat adanya tantangan lain seperti rendahnya integritas tata kelola, kapasitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan, serta isu keamanan siber dan kolaborasi lintas sektor yang belum optimal.

Untuk mengatasi hambatan tersebut dan mencapai visi Indonesia Emas 2045, BPK menekankan pentingnya mengombinasikan konsep Government 5.0 dengan pengelolaan sumber daya yang mengedepankan keberlanjutan melalui prinsip ESG. Sinergi ini dinilai sebagai kunci untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Di tengah pemetaan tantangan tersebut, Kementerian ESDM menunjukkan kinerja yang cukup positif. Kementerian di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia ini kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025. Dari sisi keamanan siber, Kementerian ESDM juga telah mencapai Indeks Kematangan Keamanan Siber level 4 atau kategori Terkelola. Tingkat kepatuhan kementerian ini terhadap rekomendasi BPK pun tergolong tinggi, dengan menindaklanjuti 82,44 persen rekomendasi hasil pemeriksaan. Angka tersebut melampaui rata-rata nasional yang berada di level 76 persen. Kementerian ESDM juga berhasil menyelesaikan 88 dari 99 kasus kerugian negara yang tercatat.

Baca Juga

Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Pondok Pinang Diduga Terkait Sengketa Yayasan

Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Pondok Pinang Diduga Terkait Sengketa Yayasan

Kendati meraih opini WTP, BPK tetap memberikan catatan perbaikan yang perlu ditindaklanjuti secara serius. Di antaranya adalah perlunya penyempurnaan dasar hukum untuk penagihan dan penyetoran denda administratif atas pelanggaran kegiatan usaha pertambangan di kawasan hutan. BPK juga menemukan bahwa pengelolaan jaminan pada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara masih belum tertib dan membutuhkan perbaikan administrasi segera.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, BPK berencana melaksanakan pemeriksaan pendahuluan pada Semester II Tahun 2025. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pemeriksaan tematik nasional di bidang ketahanan energi. Pemeriksaan tersebut nantinya akan mencakup evaluasi mendalam terhadap pengelolaan energi baru terbarukan (EBT), pengelolaan sumber daya mineral, serta pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan pertambangan batu bara di Indonesia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPKtata kelolaKementerian ESDMGovernment 5.0

Berita Terbaru Lainnya

Pengadilan AS Hentikan Sementara Proyek Ruang Dansa Gedung Putih, Trump BerangMentan Amran Tinjau Distribusi Pangan di Alor Usai Terima Aspirasi Mahasiswa UNDIPTemuan Ratusan Senjata di Sekolah Pondok Pinang Diduga Terkait Sengketa YayasanHashim Djojohadikusumo Kukuhkan 20 Ormas Baru untuk Bergabung dengan FORMASPenerima Beasiswa Cendekia Baznas Raih 30 Penghargaan Ilmiah Nasional dan InternasionalWaspada Wabah Salmonella, Ahli Ungkap Telur hingga Cabai Jalapeno Jadi Sumber PenularanRoblox Luncurkan Fitur Family Zone untuk Keamanan dan Pengawasan AnakPenemuan Katak Kopi Spesies Baru di Kosta Rika dan Tantangan Kelestariannya

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026