Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan penjelasan resmi terkait beredarnya rekaman video yang memperlihatkan para calon pegawai mereka berjalan di atas bara api. Video tersebut sempat menarik perhatian publik setelah diunggah oleh beberapa akun media sosial.
Rekaman tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @melaniesubono dan @badanperwakilannetizen. Dalam unggahan yang dipublikasikan pada 31 Juli 2026, Melanie Subono menyertakan keterangan singkat bertuliskan "Amazing". Unggahan ini memicu beragam reaksi dari warganet yang menyaksikan cuplikan kegiatan tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah peserta pelatihan yang diidentifikasi sebagai calon karyawan BPJS Ketenagakerjaan tengah berada di sebuah kawasan hutan. Mereka mengenakan seragam berupa kaus hijau lengan panjang, celana panjang hitam, topi, serta kartu identitas yang menggantung di leher. Beberapa orang yang mengenakan seragam loreng khas tentara tampak mendampingi para peserta di lokasi tersebut.
Visual video menunjukkan momen ketika seorang peserta pria melintasi parit kecil yang dipenuhi bara api yang menyala. Sembari mengepalkan tangan, pria tersebut meneriakkan yel-yel, "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek Jaya". Saat peserta melangkah di atas bara, tampak seorang pria lain menyiramkan cairan bahan bakar minyak ke arah parit sehingga kobaran api sempat membumbung tinggi. Setelah berhasil menyeberangi parit membara tersebut, peserta segera mencelupkan kaki mereka ke dalam sebuah ember berwarna hijau yang berisi air.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Menanggapi beredarnya video tersebut, Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, memberikan klarifikasi. Erfan menjelaskan bahwa aktivitas berjalan di atas api tersebut merupakan bagian dari Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK). Program ini dirancang khusus sebagai tahapan penting dalam pembentukan dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan lembaga tersebut.
Menurut Erfan, OPK disusun secara terstruktur, sistematis, dan terukur dengan menggabungkan berbagai metode pembelajaran, baik yang dilakukan di dalam ruangan kelas maupun kegiatan di luar ruangan. Latihan berjalan di atas bara api itu sendiri dikategorikan sebagai metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan mendukung tercapainya target kompetensi program orientasi.
Pihak BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa latihan ekstrem ini bukanlah menu utama atau kewajiban mutlak bagi seluruh peserta orientasi. Erfan memaparkan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan substansi utama maupun kewajiban dalam keseluruhan rangkaian program OPK. Tujuan utama dari sesi tersebut murni untuk membantu membangun rasa percaya diri, pengendalian diri, disiplin, serta ketangguhan mental dari masing-masing calon pegawai.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Melalui program orientasi ini, institusi berharap dapat meletakkan fondasi awal yang kokoh bagi para calon pekerja. Nilai-nilai yang ingin ditanamkan meliputi kompetensi kerja, integritas personal, etika dalam bekerja, pembentukan karakter, serta kesiapan mental yang sejalan dengan nilai organisasi dan prinsip tata kelola yang baik (good governance).
Terkait aspek keselamatan, BPJS Ketenagakerjaan memastikan bahwa jalannya kegiatan luar ruang tersebut tetap mengutamakan faktor keamanan. Lembaga ini menyatakan seluruh rangkaian program OPK diselenggarakan dengan pengawasan ketat dari instruktur yang kompeten serta melalui prosedur keselamatan yang telah dipersiapkan secara matang guna melindungi para peserta dari risiko cedera.






