apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Saluran Resmi

Andi TobanDiterbitkan 3 Agu 2026 - 11.43 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Saluran Resmi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

BPJS Kesehatan menegaskan bahwa akun bot Telegram bernama "EDABU BPJS BOT" bukanlah kanal resmi yang berada di bawah naungan atau pengelolaan mereka. Pernyataan resmi ini dikeluarkan oleh pihak BPJS Kesehatan sebagai respons cepat terhadap laporan yang beredar di masyarakat mengenai adanya dugaan penjualan data pribadi melalui saluran Telegram tersebut. Publik diimbau untuk waspada dan tidak memercayai layanan yang ditawarkan oleh bot eksternal tersebut.

Melalui klarifikasi tertulis yang diunggah di akun media sosial Instagram resmi milik mereka, yaitu @bpjskesehatan_ri pada hari Minggu (2/8), BPJS Kesehatan secara tegas menyatakan sikapnya. Pihak manajemen menegaskan bahwa kanal Telegram "EDABU BPJS BOT" sama sekali tidak dibuat, dimiliki, maupun dikelola oleh BPJS Kesehatan dalam bentuk apa pun. Pengumuman ini langsung menarik perhatian publik. Hingga hari Minggu (2/8) sore, unggahan penting di media sosial Instagram tersebut terpantau telah disukai oleh lebih dari 1.500 pengguna dan dibagikan ulang sebanyak 278 kali oleh masyarakat yang peduli akan

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
keamanan data
pribadi mereka.

Keberadaan bot Telegram tersebut sempat memicu kekhawatiran karena menawarkan akses ke berbagai data sensitif masyarakat. Dalam tampilan antarmukanya, bot tersebut menyajikan sejumlah menu penelusuran data yang dapat diakses oleh pengguna. Namun, akses pencarian tersebut tidak disediakan secara cuma-cuma, melainkan ditawarkan dengan menggunakan satuan token yang bersifat berbayar. Di dalam sistem bot tersebut, pengelola bot ilegal ini juga telah menyediakan sebuah tombol khusus yang berfungsi untuk memfasilitasi pembelian token oleh para pengguna yang tertarik menggunakan jasa penelusuran data tersebut.

Baca Juga

Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia pada Usia 76 Tahun

Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia pada Usia 76 Tahun

Adapun kategori informasi yang diklaim dapat dicari melalui menu di dalam bot Telegram tersebut cukup beragam dan mencakup data kependudukan hingga ketenagakerjaan. Beberapa menu penelusuran yang terlihat di antaranya adalah pencarian data berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), kartu keluarga, data siswa sekolah, data profil perusahaan, hingga informasi mengenai data gaji karyawan. Berbagai penawaran ini memicu spekulasi mengenai sumber data yang digunakan oleh pengelola bot tersebut.

Menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya kebocoran data dari pihak internal, BPJS Kesehatan memastikan bahwa kekhawatiran tersebut tidak beralasan. Badan penyelenggara jaminan sosial ini menegaskan bahwa seluruh data yang dijual dan disebarluaskan melalui kanal Telegram ilegal tersebut dipastikan bukan berasal dari sistem teknologi informasi milik BPJS Kesehatan. Pihak BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa informasi dari data yang beredar di bot tersebut memiliki perbedaan yang sangat mencolok dan sangat berbeda apabila dibandingkan dengan sistem data resmi yang mereka miliki saat ini.

Baca Juga

Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Presiden Prabowo

Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Presiden Prabowo

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan informasi serta menjaga keamanan data kepesertaan, BPJS Kesehatan meminta masyarakat luas untuk selalu berhati-hati dan hanya menggunakan jalur komunikasi yang sah. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan layanan tidak resmi dan hanya mengakses tiga kanal resmi yang telah disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk keperluan pengecekan kepesertaan maupun layanan administrasi lainnya. Ketiga kanal resmi tersebut meliputi aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh di ponsel pintar, layanan administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor resmi 08118165165, serta layanan pusat panggilan Care Center 165.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

klarifikasiBPJS Kesehatankeamanan dataEDABU BPJS BOTTelegram Bot

Berita Terbaru Lainnya

Trump Batal Serang Iran, Rupiah Hari Ini Berpotensi MenguatTransformasi Desa Kuno Guangdong Menjadi Kawasan Resort Mewah Bernilai TinggiRoket SpaceX Diprediksi Tabrak Permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026Aturan Logam Tanah Jarang Sempat Tahan Ratusan Kapal Ekspor MineralAktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia pada Usia 76 TahunBPS Catat Indonesia Alami Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026Mengintip Estimasi Biaya Perawatan Wuling Aira ev yang Tidak Sampai Rp 5 JutaPSSI Atur Distribusi Pemain Timnas demi Jaga Keseimbangan Indonesia Women's League

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AITeknologi 路 29 Jul 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap