apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

BPI Danantara dan JBS NV Sepakati Investasi Rp44,5 Triliun untuk Pasar Protein

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 9 Agu 2026 - 06.08 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BPI Danantara dan JBS NV Sepakati Investasi Rp44,5 Triliun untuk Pasar Protein
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, yang lebih dikenal sebagai BPI Danantara, secara resmi telah menyepakati komitmen investasi berskala besar dengan produsen daging global, JBS NV. Nilai investasi yang disepakati dalam kerja sama strategis ini mencapai US$2,5 miliar atau setara dengan Rp44,5 triliun. Kesepakatan ini bertujuan untuk membentuk sebuah perusahaan patungan atau joint venture baru yang akan berfokus penuh dalam menggarap potensi pasar protein di tiga wilayah utama, yakni Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Langkah ini sekaligus mempertegas ambisi investasi luar negeri Indonesia di sektor pangan dan ketahanan protein regional.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Melalui struktur kemitraan yang telah disepakati, BPI Danantara nantinya akan memegang porsi kepemilikan saham sebesar 25 persen di dalam entitas patungan baru tersebut. Menariknya, perusahaan patungan ini tidak memulai operasionalnya dari nol di semua wilayah. Entitas baru ini akan langsung memegang kepemilikan ekuitas secara penuh atas seluruh operasional bisnis JBS yang saat ini sudah berjalan aktif di Australia dan Selandia Baru. Dengan demikian, aliansi ini langsung mengamankan basis produksi dan jaringan distribusi daging yang kuat di kawasan Oseania sejak hari pertama beroperasi.

Untuk merealisasikan komitmen dana jumbo sebesar US$2,5 miliar tersebut, BPI Danantara akan menyalurkan suntikan modalnya secara bertahap yang dibagi ke dalam dua fase utama. Pada fase pertama atau tahap awal, Danantara bersiap mengucurkan dana segar senilai US$800 juta. Kucuran dana perdana ini dialokasikan khusus untuk mengambil alih porsi kepemilikan saham awal sebesar 9,6 persen dalam perusahaan patungan tersebut. Langkah awal ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Baca Juga

Kebakaran Savana Gunung Bromo, Luas Lahan Terdampak dan Kendala Pemadaman

Kebakaran Savana Gunung Bromo, Luas Lahan Terdampak dan Kendala Pemadaman

Setelah fase pertama diselesaikan, sisa dari total komitmen investasi yang telah disepakati akan direalisasikan secara berkala. Proses pemenuhan sisa modal tersebut ditargetkan rampung secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Pembagian fase investasi ini menunjukkan pendekatan yang terukur dari pihak BPI Danantara dalam mengelola risiko investasi jangka panjang, sembari memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan kapasitas usaha patungan berjalan sesuai dengan rencana bisnis yang disepakati bersama JBS NV.

Meskipun kemitraan ini menawarkan potensi pasar yang sangat besar, terdapat kontras yang cukup mencolok terkait kesiapan infrastruktur di wilayah target utama. JBS NV dikenal luas sebagai salah satu raksasa pemrosesan daging terbesar di dunia dengan operasional mapan di Australia dan Selandia Baru. Namun, di kawasan Asia Tenggara sendiri, raksasa bisnis tersebut saat ini belum memiliki satu pun fasilitas pengolahan daging. Ketimpangan fasilitas produksi ini menjadi tantangan sekaligus alasan utama mengapa pembentukan perusahaan patungan ini dipandang strategis bagi kedua belah pihak untuk melakukan penetrasi pasar secara agresif.

Baca Juga

Dugaan Pemukulan oleh Direskrimum Polda Sumbar, Kronologi dan Penanganan Hukum

Dugaan Pemukulan oleh Direskrimum Polda Sumbar, Kronologi dan Penanganan Hukum

Dengan menggabungkan kekuatan finansial BPI Danantara serta kapabilitas industri pangan yang dimiliki JBS NV, entitas patungan ini diharapkan dapat menjembatani absennya fasilitas pengolahan di Asia Tenggara. Rencana ekspansi ini akan memanfaatkan pasokan dari operasional JBS di Australia dan Selandia Baru untuk memenuhi tingginya permintaan protein di pasar Asia Tenggara yang terus tumbuh pesat. Keberhasilan proyek ini ke depan akan sangat bergantung pada kelancaran eksekusi komitmen investasi bertahap selama tiga tahun mendatang serta bagaimana kedua entitas mengatasi tantangan logistik di kawasan Asia Pasifik.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

investasiBPI Danantara

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran Savana Gunung Bromo, Luas Lahan Terdampak dan Kendala PemadamanDugaan Pemukulan oleh Direskrimum Polda Sumbar, Kronologi dan Penanganan HukumChelsea vs AC Milan di Indonesia Super Cup 2026, Siaran Langsung TVRI dan FolaplayDaftar Pemain Indonesia di Srikandi Merdeka Cup 2026 dan Pembagian TimTransmart Full Day Sale Hadirkan Diskon Peralatan Makan dan Minum Mulai Rp 12 RibuRaksasa Minyak AS Cetak Keuntungan Besar, ExxonMobil Kantongi Rp 2,8 Triliun per HariTNI dan Polri Selidiki Penembakan Dua Warga di Sekitar Lokasi Festival Budaya Lembah Baliem 2026Perang Iran Kian Rumit, Jenderal Top AS Diam-Diam Cari Jalan Keluar

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026