apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

BMKG Sebut Indonesia Telah Memasuki Fase El Nino Kuat Usai Rapat Bersama Presiden Prabowo

Nyaring AranDiterbitkan 29 Jul 2026 - 07.15 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BMKG Sebut Indonesia Telah Memasuki Fase El Nino Kuat Usai Rapat Bersama Presiden Prabowo
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa wilayah Indonesia saat ini telah resmi masuk ke dalam kategori fenomena El Nino kuat. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, setelah menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (28/7).

Pertemuan terbatas tersebut secara khusus digelar oleh Presiden Prabowo guna membahas langkah-langkah antisipasi terhadap dampak El Nino yang terjadi bersamaan dengan datangnya musim kemarau di tanah air. Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsda M Syafi'i, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa situasi iklim saat ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. "Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Ni帽o kuat," ungkap Teuku pada Selasa (28/7).

Baca Juga

Kekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air Bersih

Kekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air Bersih

Secara ilmiah, fenomena El Nino dapat terjadi apabila suhu pada permukaan laut di kawasan Samudra Pasifik mengalami kenaikan hingga mencapai 0,5 derajat Celsius atau bahkan lebih tinggi dari kondisi normal. Begitu ambang batas kenaikan suhu permukaan laut tersebut tercapai, maka suatu wilayah, termasuk Indonesia, dinyatakan telah masuk ke dalam kategori fase El Nino aktif.

Guna meminimalisasi dampak buruk dari fenomena alam ini, BMKG membagi fokus penanganannya ke dalam dua hal utama. Fokus pertama adalah menjaga ketersediaan pasokan air nasional melalui pengelolaan waduk-waduk yang ada, sedangkan fokus kedua adalah melakukan langkah-langkah antisipasi yang ketat terhadap potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Terkait pengelolaan sumber daya air, pemerintah mengidentifikasi keberadaan 240 waduk yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa di antara ratusan waduk tersebut nantinya akan difungsikan secara optimal untuk menopang berbagai kebutuhan vital masyarakat, mulai dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sarana irigasi pertanian, hingga pemenuhan kebutuhan persediaan air bersih. Untuk memastikan volume air di waduk-waduk tersebut tetap terjaga selama musim kering, pemerintah berencana menerapkan teknologi modifikasi cuaca.

Baca Juga

Mengapa Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik? Ini Penjelasannya

Mengapa Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik? Ini Penjelasannya

Selain untuk mengisi waduk, teknologi modifikasi cuaca juga akan dimaksimalkan untuk membasahi area lahan yang dinilai rentan dan mudah terbakar. Upaya pembasahan lahan ini dinilai sangat krusial guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah rawan.

Pemerintah telah memetakan wilayah-wilayah prioritas yang memerlukan pengawasan ekstra selama fenomena El Nino kuat ini berlangsung. Terdapat enam provinsi di Indonesia yang menjadi fokus utama dalam upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan guna memitigasi dampak kekeringan di wilayah-wilayah tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantokekeringanEl NinoBMKGTeuku Faisal FathaniKarhutla

Berita Terbaru Lainnya

Rupiah Melemah ke Rp 18.083 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Pengunduran Diri Gubernur BIDiler Belum Banyak, Bisakah Pemilik Mobil Lepas Servis di Bengkel Chery Group?Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan SemikonduktorKekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air BersihMilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 Diacungi Jempol, Fasilitas Supersoccer Arena Kudus Berstandar InternasionalIHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Menanti Kepastian Gubernur Bank Indonesia DefinitifMenakar Peran Danantara di KSSK, Ikut Rapat Koordinasi, tetapi Tanpa Hak SuaraMengapa Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik? Ini Penjelasannya

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap