Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara terus berupaya mengoptimalkan pelayanan administrasi kepegawaian bagi para pegawainya. Sebagai langkah konkret untuk mengatasi tantangan serta kendala yang sering dihadapi oleh para pejabat fungsional dalam proses kenaikan pangkat, Pemkab Malinau menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek). Kegiatan Bimtek ini secara khusus membahas tentang tata cara pengusulan angka kredit yang menjadi salah satu syarat penting dalam jenjang karier pegawai. Acara tersebut dilaksanakan di Kantor Bupati Malinau pada hari Senin dengan menggandeng Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banjarmasin sebagai mitra kolaborasi utama dalam penyampaian materi.
Penyelenggaraan bimbingan teknis ini menjadi sangat krusial mengingat pentingnya pemahaman regulasi kepegawaian yang tepat. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Malinau, Mekhendri, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, proses pengusulan angka kredit masih menjadi kendala utama bagi banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah. Mekhendri menjelaskan bahwa perubahan regulasi yang terus berkembang secara dinamis dari waktu ke waktu sering kali menimbulkan kebingungan di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini membuat proses pengusulan angka kredit sering kali terhambat akibat kurangnya penyesuaian terhadap aturan terbaru.
Lebih lanjut, Mekhendri juga memaparkan dampak nyata dari kebingungan regulasi tersebut terhadap karier para pegawai. Ia menerangkan bahwa masih ada beberapa pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau yang mengalami keterlambatan dalam proses kenaikan pangkat mereka. Menariknya, keterlambatan ini bukan disebabkan oleh kinerja atau produktivitas kerja pegawai yang kurang baik, melainkan karena kendala teknis. Banyak pegawai yang belum memahami secara detail tata cara penyusunan dokumen pengusulan angka kredit yang sesuai dengan ketentuan dan regulasi terbaru yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, kegiatan bimbingan teknis ini dinilai sangat penting untuk menjembatani ketidakpahaman tersebut.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, turut memberikan perhatian serius terhadap isu kepegawaian ini. Ernes Silvanus menekankan betapa pentingnya pengelolaan manajemen kepegawaian yang dilakukan secara profesional serta berbasis pada sistem digital di era modern ini. Menurutnya, pemanfaatan sistem digital dapat mempermudah proses administrasi dan meminimalisasi kesalahan. Ernes juga menyoroti bahwa perubahan sistem kenaikan pangkat yang mengandalkan angka kredit saat ini masih menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi para ASN non-guru yang belum terbiasa dengan prosedur pengusulan administrasi semacam ini dalam keseharian tugas mereka.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan menunjukkan empati terhadap kendala yang dihadapi para pegawai, Sekda Ernes Silvanus tidak ragu untuk membagikan pengalaman pribadinya. Di hadapan para peserta Bimtek, Ernes menceritakan bahwa dirinya sendiri juga pernah mengalami keterlambatan dalam proses kenaikan pangkat akibat adanya persoalan administrasi kepegawaian. Melalui cerita pengalaman pribadinya ini, Ernes ingin menekankan bahwa masalah administrasi bukanlah hal yang sepele dan dapat memengaruhi siapa saja, sehingga perbaikan sistem dan peningkatan pemahaman teknis bagi seluruh ASN mutlak diperlukan agar hambatan serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau dalam membenahi manajemen kepegawaian ini mendapatkan apresiasi positif dari pihak eksternal. Vicke Natalia, yang bertindak sebagai narasumber dari Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah proaktif yang diambil oleh Pemkab Malinau. Vicke menilai bahwa komitmen yang ditunjukkan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas manajemen ASN sangat baik. Melalui kolaborasi dan pelaksanaan Bimtek ini, diharapkan kualitas tata kelola kepegawaian di Kabupaten Malinau dapat terus meningkat, sehingga mendukung terciptanya birokrasi yang lebih profesional dan responsif terhadap perkembangan regulasi nasional.






