apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

BGN Prioritaskan Pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis di Papua, Maluku, dan NTT

Agus CahyonoDiterbitkan 30 Jul 2026 - 09.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BGN Prioritaskan Pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis di Papua, Maluku, dan NTT
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian khusus pada pembangunan infrastruktur pendukung kesehatan di wilayah Indonesia Timur. Secara spesifik, BGN akan memprioritaskan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau yang lebih dikenal sebagai dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di beberapa provinsi kunci. Wilayah-wilayah yang masuk dalam prioritas utama pembangunan ini meliputi Papua

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
, Nusa Tenggara Timur (
NTT
), serta Maluku. Langkah strategis ini diambil guna memastikan bahwa distribusi gizi yang merata dapat segera menyentuh masyarakat di wilayah terluar.

Kebijakan prioritas ini diambil sebagai respons atas berbagai masukan dan sorotan yang berkembang di media sosial belakangan ini. Publik menyoroti informasi yang menyatakan bahwa baru sekitar satu persen dari keseluruhan dapur MBG yang telah beroperasi di wilayah Papua. Kondisi ini dinilai memprihatinkan mengingat Papua merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang masih mencatatkan angka prevalensi stunting atau tengkes yang cukup tinggi. Kritik dan perhatian dari masyarakat tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah untuk segera melakukan evaluasi dan percepatan program di wilayah timur Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan penjelasan resmi dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di kantornya pada hari Rabu (29/7). Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono mengakui secara terbuka bahwa upaya pemerataan pembangunan dapur MBG di wilayah Papua, Maluku, dan NTT memang masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar bagi pemerintah. Tantangan geografis serta ketersediaan infrastruktur penunjang diakui menjadi faktor yang memerlukan penanganan serius agar program ini dapat berjalan optimal dan merata di seluruh pelosok negeri.

Baca Juga

Soal Sengketa Arbitrase Investasi di Kimia Farma Apotek, Ini Penjelasan INA

Soal Sengketa Arbitrase Investasi di Kimia Farma Apotek, Ini Penjelasan INA

Sebagai bagian dari solusi atas tantangan tersebut, BGN kini menerapkan skala prioritas yang ketat dalam memperluas jaringan dapur MBG di tanah air. Sudaryono menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan menyeluruh untuk menentukan daerah mana saja yang harus didahulukan. Proses pemetaan daerah prioritas ini dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan gizi masyarakat setempat serta kondisi riil yang dihadapi petugas di lapangan. Dengan pendekatan berbasis data lapangan ini, pembangunan unit pelayanan gizi diharapkan dapat berjalan lebih efisien.

Tantangan di lapangan tidak hanya terbatas pada masalah geografis, tetapi juga menyangkut aspek keamanan di beberapa titik. Oleh karena itu, BGN saat ini tengah menyiapkan mekanisme khusus yang dirancang untuk menyalurkan makanan bergizi kepada anak-anak yang tinggal di daerah rawan konflik. Upaya ini dilakukan agar faktor keamanan tidak menghalangi hak anak-anak untuk mendapatkan asupan gizi yang layak. Mekanisme khusus ini diharapkan mampu meminimalkan risiko keamanan sekaligus menjamin kelancaran rantai pasok makanan.

Baca Juga

Kerusakan Barang Milik Negara Akibat Bencana Sumatera Capai Rp1,06 Triliun

Kerusakan Barang Milik Negara Akibat Bencana Sumatera Capai Rp1,06 Triliun

Dalam menyusun dan menguji mekanisme tersebut, BGN tidak bekerja sendiri. Lembaga ini telah melaksanakan beberapa program uji coba atau piloting dengan menggandeng jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kerja sama lintas sektor ini dinilai krusial untuk memastikan pengamanan dan kelancaran distribusi di wilayah yang sulit dijangkau. Dalam pelaksanaan program percontohan tersebut, distribusi makanan bergizi juga memanfaatkan fasilitas publik yang ada di tengah masyarakat, seperti gereja dan fasilitas sosial lainnya, guna mempermudah akses bagi anak-anak penerima manfaat.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PapuaBadan Gizi Nasionalmakan bergizi gratisNTTSudaryonoMaluku

Berita Terbaru Lainnya

Soal Sengketa Arbitrase Investasi di Kimia Farma Apotek, Ini Penjelasan INAGOTO Cetak Laba Bersih Dua Kuartal Beruntun pada Semester I-2026, Balikkan Posisi RugiPenyebab Kemenkes Meliburkan Ribuan Dokter Internship dan Mewajibkan Skrining Kesehatan Jiwa UlangMemahami Gugatan Aturan Kekebalan Hukum Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond di Mahkamah KonstitusiTim Investigasi Kemenkes Ungkap Riwayat Kesehatan Jiwa Mendiang dr. SZMProgram Insentif Biodiesel Hemat Devisa Negara hingga Rp722,9 TriliunTantangan Pencegahan Bunuh Diri di Indonesia, Angka Kasus Masih Tinggi di Usia ProduktifKerusakan Barang Milik Negara Akibat Bencana Sumatera Capai Rp1,06 Triliun

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap