apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

BGN Perketat Tata Kelola dan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 8 Agu 2026 - 22.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BGN Perketat Tata Kelola dan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah gencar melakukan perbaikan tata kelola pada program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah perbaikan ini diambil secara aktif di bawah komando Kepala BGN, Sudaryono. Terkait pelaksanaan program ini, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus kepada Sudaryono agar berani menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang ada di lingkungan BGN. Presiden meminta agar pimpinan BGN tidak menghindari masalah yang muncul di lapangan. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan target agar Sudaryono dapat menjalankan BGN secara efektif, efisien, dan cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi lembaga tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Untuk mewujudkan tata kelola yang lebih baik, Sudaryono berkomitmen untuk mengubah sistem kerja di lingkungan BGN. Ia berniat melakukan transisi sistem kerja agar tidak lagi bergantung pada individu-individu tertentu, melainkan sepenuhnya bertumpu pada keandalan sistem atau system-dependent. Menurutnya, kepercayaan harus diletakkan pada sistem yang berjalan (trust in system). Guna memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah, Sudaryono juga menetapkan kebijakan baru bagi jajarannya. Ia akan mewajibkan pejabat Eselon I dan Eselon II BGN untuk berkantor langsung di daerah-daerah. Dalam pembagian tugas pengawasan ini, pejabat Eselon I akan mengampu sejumlah provinsi, sedangkan pejabat Eselon II akan mengampu sejumlah kabupaten yang berada di bawah wilayah koordinasi tersebut.

Baca Juga

Butuh Rp 150 Miliar untuk Benahi Gunungan Sampah TPST Bantar Gebang

Butuh Rp 150 Miliar untuk Benahi Gunungan Sampah TPST Bantar Gebang

Langkah pengetatan tata kelola ini juga dilatarbelakangi oleh evaluasi yang dilakukan BGN terhadap beberapa kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis di berbagai wilayah. Kasus-kasus tersebut di antaranya mencakup kejadian dugaan keracunan makanan yang dilaporkan di Jayapura serta kasus serupa yang diduga terjadi di Bogor. Selain fokus pada aspek keamanan pangan, program ini juga terus disesuaikan sasarannya. Dalam proses pelaksanaan program ini, tercatat ada beberapa sekolah, yakni sekitar ratusan sekolah swasta elite, yang telah menyatakan bahwa mereka tidak memerlukan program Makan Bergizi Gratis. Sekolah-sekolah tersebut rata-rata merupakan sekolah swasta dengan biaya pendidikan yang cukup tinggi sehingga tidak membutuhkan bantuan program makanan gratis dari pemerintah.

Sebagai upaya meminimalkan risiko keracunan makanan, BGN kini menerapkan aturan ketat mengenai waktu konsumsi makanan. BGN mewajibkan agar makanan program MBG dikonsumsi paling lambat empat jam setelah selesai dimasak. Untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan ini, BGN akan memasang label batas waktu konsumsi pada setiap wadah atau ompreng makanan yang dibagikan. Selain itu, seluruh dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menggunakan sistem pencatatan digital berupa logbook (POP). Sistem digital ini berfungsi merekam seluruh proses pengolahan makanan secara mendetail, mulai dari tahap kedatangan bahan baku, proses memasak, pendinginan, pengemasan ke dalam ompreng, hingga waktu makanan tersebut diterima di sekolah. Terkait standar kebersihan dapur, Sudaryono memberikan tenggat waktu tegas hingga tanggal 10 Agustus 2026 bagi seluruh SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dapur MBG yang tetap beroperasi tanpa mengantongi sertifikat tersebut setelah melewati batas waktu akan ditutup secara permanen.

Baca Juga

Kemenhut Gelar Pelatihan Diplomasi untuk Perkuat Posisi Kehutanan Indonesia di Kancah Global

Kemenhut Gelar Pelatihan Diplomasi untuk Perkuat Posisi Kehutanan Indonesia di Kancah Global

Selain memperketat standar dapur, BGN juga tengah menyiapkan sistem pengawasan berbasis teknologi untuk meningkatkan transparansi dan keamanan. Salah satu sistem pengawasan baru yang sedang disiapkan adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) terintegrasi di seluruh SPPG atau dapur MBG. Kamera pengawas ini nantinya akan terhubung langsung ke kantor pusat BGN untuk memperkuat pengawasan, terutama setelah adanya kasus dugaan keracunan makanan di beberapa tempat. Tidak hanya pengawasan internal, BGN juga sedang mempersiapkan sistem digital yang memungkinkan orang tua siswa untuk ikut memantau jalannya program Makan Bergizi Gratis. Melalui sistem pemantauan digital ini, para orang tua dapat masuk atau log in secara mudah hanya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak mereka yang terdaftar sebagai penerima manfaat program.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Badan Gizi Nasionalmakan bergizi gratisSudaryonoTata Kelola MBG

Berita Terbaru Lainnya

Butuh Rp 150 Miliar untuk Benahi Gunungan Sampah TPST Bantar GebangKemenhut Gelar Pelatihan Diplomasi untuk Perkuat Posisi Kehutanan Indonesia di Kancah GlobalBaznas RI dan KHCF Yordania Perkuat Layanan Kesehatan dan Gizi bagi Warga PalestinaMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tinjau PSO Bea Cukai Kupang untuk Perkuat Pengawasan LautKemendagri Tegaskan HGB Ruko Sukaramai Trade Center Tak Bisa Diperpanjang, DPRD Pekanbaru Harap Polemik SelesaiFilm Kuasa Gelap, Perjanjian Darah Tayang dalam Format IMAX Mulai 8 OktoberTren Kamp Kecerdasan Finansial Anak, Orang Tua Siapkan Rp34 Juta demi Cetak 'Warren Buffett' CilikGubernur Bali Wayan Koster Bantah Hambat Program Makan Bergizi Gratis

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026