Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memulai proses penataan ulang atau refocusing terhadap sasaran penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini berpotensi memangkas sekitar 8 juta penerima manfaat dari daftar penerima program, terutama dengan mulai dicoretnya sekolah-sekolah swasta yang masuk dalam kategori elite. Upaya penyaringan ulang ini dilakukan agar program prioritas pemerintah tersebut dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berdaya guna bagi kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Keputusan untuk merestrukturisasi daftar penerima ini mengemuka setelah adanya pernyataan sikap dari dunia pendidikan swasta. Tercatat ada ratusan sekolah swasta yang masuk dalam kategori elite menyatakan bahwa mereka tidak berkeinginan untuk ikut serta dalam program Makan Bergizi Gratis tersebut. Menanggapi aspirasi ini, pemerintah memilih untuk bersikap akomodatif dan tidak akan memaksakan implementasi program di lapangan.








