apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Nasional

Bea Cukai Ungkap Gelagat Kopilot Malaysia Airlines Sebelum Ditangkap Terkait Penyelundupan Narkoba

Nyaring AranDiterbitkan 4 Agu 2026 - 15.31 路 4 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bea Cukai Ungkap Gelagat Kopilot Malaysia Airlines Sebelum Ditangkap Terkait Penyelundupan Narkoba
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Petugas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta mengungkap kronologi dan gelagat mencurigakan dari seorang kopilot Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman. Pria berusia 39 tahun tersebut diamankan setelah kedapatan membawa narkotika dalam jumlah besar saat melewati pemeriksaan di area bandara. Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan puluhan kilogram barang haram yang disembunyikan di dalam barang bawaannya.

Penyelundupan ini terendus ketika barang bawaan sang kopilot melewati pemindaian mesin X-ray di Bandara Soekarno-Hatta. Hasil pemindaian menunjukkan adanya barang mencurigakan yang setelah diperiksa lebih lanjut ternyata merupakan narkotika jenis ekstasi dan sabu dengan berat total mencapai 26 kilogram. Penemuan ini langsung membuat petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kru pesawat asal Malaysia tersebut.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan bahwa sebelum penangkapan dilakukan, Mohd Saufi bin Othman menunjukkan gelagat yang berubah-ubah di hadapan petugas. Pada awal pemeriksaan, kopilot tersebut berupaya bersikap tenang guna menghindari kecurigaan petugas. Namun, ketenangan tersebut perlahan runtuh seiring berjalannya proses pemeriksaan dan pengujian barang bukti yang dilangsungkan oleh petugas Bea Cukai di lapangan.

Petugas kemudian melakukan pengujian kandungan zat pada pil-pil yang diselundupkan dengan menggunakan alat uji narkotest NIK reagent U. Saat proses pengujian berlangsung, terjadi momen di mana Saufi tampak kaget dan panik ketika hasil pengujian awal sempat menunjukkan indikasi negatif. Gelagatnya kembali berubah drastis saat pengujian berlanjut dan menunjukkan hasil yang akurat. Ketika alat tes berubah warna menjadi biru yang menandakan hasil positif mengandung MDMA (ekstasi), Saufi langsung tampak terkejut dan seketika menutupi wajahnya di hadapan petugas.

Baca Juga

Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Pemeriksaan terhadap kopilot asing ini tidak berhenti pada pengujian barang bawaan saja. Petugas juga melakukan pemeriksaan fisik dan tes urine terhadap yang bersangkutan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Saufi positif mengonsumsi tiga jenis narkoba sekaligus. Berdasarkan temuan tersebut, muncul dugaan bahwa pria berusia 39 tahun ini berada di bawah pengaruh narkoba saat menjalankan tugasnya dalam penerbangan.

Selain mengamankan puluhan kilogram narkotika, petugas Bea Cukai juga menemukan barang bukti lain yang menguatkan dugaan upaya manipulasi oleh pelaku. Di dalam barang bawaannya, ditemukan satu botol kecil yang berisi urine cadangan. Urine di dalam botol tersebut diduga sengaja dipersiapkan oleh Saufi untuk mengelabui petugas dan memalsukan hasil tes urine apabila sewaktu-waktu dirinya harus menjalani pemeriksaan urine mendadak di bandara.

Setelah seluruh pemeriksaan awal di lingkungan bandara selesai dilakukan dan seluruh barang bukti berhasil diamankan, pihak Bea Cukai Soekarno-Hatta segera melimpahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum yang berwenang. Bea Cukai telah menyerahkan Mohd Saufi bin Othman kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut. Informasi mengenai penyerahan kasus ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, saat dihubungi pada hari Selasa, 4 Agustus 2026.

Baca Juga

Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan kru aktif ini langsung mendapat perhatian serius dari pihak maskapai. Malaysia Airlines mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum atau tindakan indisipliner yang dilakukan oleh karyawannya. Maskapai penerbangan nasional Malaysia tersebut kini tengah melakukan peninjauan internal secara menyeluruh terkait kasus yang menjerat salah satu kopilotnya tersebut.

Di samping itu, pihak Malaysia Airlines menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif dengan otoritas penegak hukum di Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Kendati demikian, pihak maskapai memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai detail kasus tersebut, mengingat proses penyelidikan resmi saat ini masih berjalan dan sepenuhnya berada di bawah wewenang pihak berwenang Indonesia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bea CukaiPenyelundupan NarkobaBandara Soekarno-HattaMalaysia Airlines

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap