Upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis keagamaan terus digulirkan di berbagai wilayah di Indonesia. Langkah terbaru diwujudkan melalui kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar. Mereka menyalurkan bantuan penguatan ekonomi umat melalui tiga program strategis, yaitu Zmart Pesantren, BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur. Penyaluran bantuan tersebut dilangsungkan di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, program pemberdayaan ekonomi ini menyasar beberapa sektor sekaligus di lingkungan pesantren dan masjid di Gresik. Pengurus Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Asrorun Niam Sholeh, mendampingi proses penyerahan bantuan tersebut. Secara rinci, Baznas RI mengalokasikan dana sebesar Rp350 juta yang ditujukan untuk menghadirkan 7 unit Zmart Pesantren. Langkah ini diharapkan dapat menstimulus aktivitas usaha ritel mikro di lingkungan pondok pesantren agar lebih mandiri secara finansial.
Selain sektor ritel pesantren, sektor kemasjidan juga mendapatkan porsi bantuan yang signifikan. Melalui program BUMi, disalurkan bantuan sebesar Rp500 juta yang dialokasikan untuk 5 masjid di wilayah tersebut. Program ini berfokus pada penyediaan permodalan ultra mikro bagi jamaah dan pelaku usaha kecil di sekitar masjid. Tidak hanya itu, Baznas RI juga menyalurkan bantuan senilai Rp21 juta untuk Program Santripreneur. Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk pengembangan Kebun Pemberdayaan Berbasis Ekonomi Sirkular, sebuah inisiatif pertanian berkelanjutan yang dikelola oleh para santri.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Pelaksanaan program pemberdayaan di Kabupaten Gresik ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah yang lebih luas. Program ini dikolaborasikan bersama Kemenko PM serta didukung oleh koordinasi strategis bersama Kementerian Koperasi dan Danantara. Keterlibatan kementerian dan lembaga keuangan ini bertujuan untuk memperbesar skala pembiayaan usaha mikro, sehingga para penerima manfaat dapat mengakses permodalan yang lebih kuat dan berkelanjutan demi pengembangan usaha mereka ke depan.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan bahwa komitmen lembaga dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui program-program produktif ini terus menjaga konsistensinya. Sejak tahun 2022, Baznas secara berkelanjutan telah mengalokasikan anggaran hingga mencapai puluhan miliar rupiah khusus untuk menyokong program Zmart dan BUMi Masjid. Skala program ini pun terus diperluas dari tahun ke tahun guna menjangkau lebih banyak wilayah yang membutuhkan intervensi ekonomi.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Khusus untuk wilayah Jawa Timur, penetrasi program pemberdayaan ekonomi dari Baznas ini menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil menjangkau kurang lebih 23 unit Zmart di berbagai pesantren serta ratusan masjid di berbagai daerah di Jawa Timur. Keberhasilan di tingkat regional ini menjadi cerminan dari keberhasilan program serupa yang diterapkan di tingkat nasional.
Secara nasional, jangkauan program BAZNAS Ultra Mikro (BUMi) Masjid tercatat telah tersebar luas di berbagai penjuru tanah air. Hingga kini, program BUMi Masjid telah menjangkau sebanyak 213 masjid yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia. Dari sebaran tersebut, tercatat sebanyak 10.641 penerima manfaat telah merasakan dampak langsung dari bantuan permodalan ultra mikro ini. Dengan penyaluran bantuan terbaru di Gresik, diharapkan akselerasi pemulihan dan penguatan ekonomi masyarakat bawah dapat terus berjalan secara optimal dan berkelanjutan.






