Penguatan komitmen kemanusiaan untuk masyarakat Palestina kembali ditegaskan dalam pertemuan resmi di kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Jakarta, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Dalam audiensi yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Baznas RI, perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania, dan pengurus King Hussein Cancer Foundation (KHCF) Yordania tersebut, ketiga pihak menyepakati aliansi strategis untuk mengoptimalkan penanganan kesehatan serta penyediaan kebutuhan gizi bagi warga Palestina. Langkah ini diambil guna merespons kondisi darurat kesehatan yang dialami oleh masyarakat terdampak konflik.
Sebagai bentuk realisasi dari penguatan kolaborasi ini, Baznas RI mengalokasikan pendanaan kemanusiaan yang disalurkan secara bertahap. Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyampaikan bahwa penyaluran dana kemanusiaan untuk sektor layanan kesehatan Palestina dari Baznas RI telah mencapai nilai lebih dari Rp 1,7 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk menyokong kebutuhan medis dan penyediaan fasilitas kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina.
Dukungan pendanaan tersebut kian diperluas untuk penanganan medis pasien penyakit kritis. Direktur KHCF Madelin Al Salah menyampaikan apresiasi atas alokasi dana bantuan terbaru dari Baznas RI senilai lebih dari Rp 3,5 miliar pada tahun 2026. Alokasi dana dengan nilai signifikan ini diperuntukkan secara khusus untuk mendanai proses pengobatan pasien kanker asal Gaza yang saat ini sedang menjalani perawatan medis intensif di Yordania.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Direktur KHCF menjelaskan bahwa penguatan kerja sama kemanusiaan ini mendesak untuk segera direalisasikan di tengah situasi global yang serba sulit. Penurunan jumlah donasi internasional menjadi tantangan berat bagi KHCF akibat meletusnya perang di negara-negara kawasan Teluk. Kondisi krisis donasi global tersebut membuat pemenuhan kebutuhan medis pasien kanker Gaza beserta kebutuhan logistik bagi para pendamping pasien menjadi terancam, sehingga dukungan dana dari Indonesia melalui Baznas RI menjadi penopang utama penanganan pasien di lapangan.
Terkait pemilihan KHCF Yordania sebagai mitra penyaluran, Idy Muzayyad menegaskan bahwa lembaga asal Yordania tersebut merupakan mitra kerja sama yang sangat tepercaya. Penilaian ini didasarkan pada rekam jejak KHCF yang dinilai selalu menjalankan operasional bantuan dan melaporkan penggunaan dana bantuan untuk masyarakat Palestina secara akuntabel dan transparan. Transparansi pelaporan ini menjadi faktor kunci yang menjaga keandalan kolaborasi kemanusiaan antarlembaga tersebut.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Selain fokus pada penanganan krisis kesehatan darurat, Baznas RI juga telah merancang skema bantuan jangka panjang yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia. Program jangka panjang ini diwujudkan dalam bentuk pemberian beasiswa pendidikan perguruan tinggi di Indonesia bagi para mahasiswa asal Palestina. Fokus utama penataan beasiswa ini diarahkan pada bidang studi kesehatan, dengan harapan para lulusannya kelak dapat kembali memberikan kontribusi langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di Palestina.
Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Republik Indonesia, Sudqi Al Omoush, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan berkelanjutan yang terus dialirkan oleh Baznas RI. Sudqi juga mendorong agar kerja sama kemanusiaan ini dapat terus dikembangkan ke ranah yang lebih luas melalui program wakaf berkelanjutan. Pengelolaan wakaf secara berkelanjutan dianggap mampu menjadi instrumen pendanaan jangka panjang untuk menyokong kebutuhan para pengungsi Palestina serta membantu wilayah-wilayah lain yang terdampak konflik kemanusiaan.






