Badan SAR Nasional (Basarnas) secara resmi mengakhiri kegiatan pemantauan atau monitoring aktif terhadap insiden kebakaran yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II. Langkah penghentian ini diambil setelah tim penyelamat gabungan menyelesaikan rangkaian penyisiran dan pengawasan intensif selama empat hari berturut-turut di wilayah perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur. Evaluasi menyeluruh terhadap hasil pencarian di lapangan serta kondisi cuaca di perairan menjadi dasar utama bagi otoritas keselamatan laut untuk menyudahi operasi pemantauan khusus tersebut pada pekan ini.
Keputusan untuk mengakhiri monitoring aktif ini ditetapkan tepat pada hari ketujuh sejak peristiwa kebakaran hebat yang melanda KMP Mutiara Sentosa II pertama kali terjadi di laut. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, menjelaskan bahwa proses pemantauan aktif ini merupakan fase kelanjutan setelah status operasi penyelamatan sebelumnya resmi diturunkan. Operasi kemanusiaan tersebut mengalami perubahan status dari operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) menjadi kegiatan pemantauan sejak hari Rabu (5/8) lalu. Perubahan status ini sengaja dilakukan guna mengoptimalkan penggunaan sumber daya di lapangan setelah masa pencarian utama dinilai telah berjalan secara maksimal sesuai dengan prosedur standar operasional yang berlaku.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Selama masa pemantauan aktif yang berlangsung selama empat hari pasca-perubahan status operasi tersebut, tim penyelamat terus berupaya mencari tanda-tanda fisik dari kapal maupun korban. Namun, hingga memasuki hari ketujuh pascakejadian, upaya keras tim di lapangan belum membuahkan hasil yang signifikan. Pihak Basarnas menegaskan bahwa keputusan akhir untuk menghentikan monitoring aktif diambil karena petugas di lapangan sama sekali tidak menemukan adanya indikasi baru mengenai keberadaan bangkai kapal ataupun korban yang diduga masih hilang atau belum ditemukan di kawasan perairan utara Madura tersebut.
Dalam menjalankan misi pemantauan laut yang menantang ini, Basarnas mengerahkan sejumlah armada laut andalan guna menyisir area perairan yang cukup luas secara terstruktur. Operasi penyisiran taktis tersebut melibatkan armada utama berupa Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi yang memiliki kemampuan jelajah mumpuni. Selain kapal negara tersebut, tim penyelamat di lapangan juga menerjunkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) yang disiagakan langsung dari Pos SAR Sumenep. Kombinasi kedua jenis armada laut dengan karakteristik berbeda ini diharapkan dapat menjangkau area perairan dangkal maupun dalam secara efektif, sekaligus mempercepat pergerakan tim saat melakukan pemindaian visual di permukaan air.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Meskipun monitoring aktif kini telah resmi dihentikan oleh Kantor SAR Kelas A Surabaya, langkah antisipasi dan pengawasan terhadap wilayah perairan utara Pulau Madura tidak sepenuhnya terhenti. Pemantauan akan tetap berjalan melalui mekanisme koordinasi pasif dengan kapal-kapal niaga maupun kapal nelayan yang melintas di jalur pelayaran tersebut. Berakhirnya pemantauan aktif ini menandai selesainya keterlibatan langsung armada khusus Basarnas seperti KN SAR 249 Permadi dan unit RIB Pos SAR Sumenep dalam misi khusus penanganan dampak kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Seluruh unsur SAR yang sebelumnya disiagakan kini ditarik kembali ke pangkalan masing-masing, namun pihak berwenang tetap membuka jalur komunikasi apabila di kemudian hari ditemukan laporan baru mengenai keberadaan sisa-sisa insiden tersebut.






