Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan langkah pengawasan ketat dengan berencana memasang sistem kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kamera pengawas ini nantinya akan terhubung langsung dengan kantor pusat BGN guna memastikan seluruh proses pengolahan makanan berjalan sesuai dengan standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.
Langkah pengetatan pengawasan melalui CCTV ini diambil sebagai respons atas munculnya beberapa kasus dugaan keracunan makanan. Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian serius terjadi di Jayapura. Berdasarkan data dari sistem pencatatan digital atau logbook (POP) yang sudah berjalan, makanan untuk siswa di wilayah tersebut diketahui mulai dimasak sekitar pukul 19.00 pada malam sebelumnya, namun baru dibagikan keesokan harinya pada pukul 11.21. Sudaryono menduga jeda waktu yang terlampau lama antara waktu memasak dan distribusi tersebut menjadi penyebab utama makanan menjadi rusak atau tidak layak dikonsumsi.








