Kawasan Monas di Jakarta Pusat menjadi pusat perhatian pada Sabtu (1/8) malam karena diselenggarakannya acara Zikir dan Doa Kebangsaan. Acara berskala besar ini diperkirakan akan menyedot perhatian banyak massa, yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas serta pengalihan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan menuju Stasiun Gambir. Guna mengantisipasi keterlambatan para calon penumpang kereta api akibat kemacetan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengambil langkah antisipatif dengan menyesuaikan pola operasi beberapa perjalanan kereta api jarak jauh.
KAI Daop 1 Jakarta memutuskan untuk memberhentikan 13 perjalanan kereta api keberangkatan Stasiun Gambir di Stasiun Jatinegara. Langkah ini diambil sebagai alternatif bagi para pelanggan yang mungkin kesulitan mengakses Stasiun Gambir akibat rekayasa lalu lintas atau kemacetan di sekitar Monas. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang ingin naik kereta tanpa harus terjebak dalam kepadatan jalan protokol menuju Gambir. Meskipun ada opsi ini, para calon penumpang tetap diperbolehkan untuk naik dari Stasiun Gambir sesuai dengan tiket yang telah mereka miliki.
Bagi Anda yang berencana bepergian pada hari tersebut, penting untuk mengetahui daftar kereta api yang mendapatkan fasilitas pemberhentian luar biasa di Stasiun Jatinegara. Kereta pertama yang masuk dalam daftar ini adalah KA Brawijaya dengan relasi Gambir-Malang yang dijadwalkan berangkat dari Gambir pukul 15.45 WIB. Selanjutnya, ada KA Bima relasi Gambir-Surabaya Gubeng yang berangkat pukul 17.00 WIB, diikuti oleh KA Gajayana relasi Gambir-Malang dengan jadwal keberangkatan pukul 18.50 WIB. Untuk rute menuju Jawa Tengah, KA Cakrabuana relasi Gambir-Purwokerto yang berangkat pukul 19.10 WIB juga akan berhenti di Jatinegara. Begitu pula dengan KA Sembrani relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi yang berangkat pukul 19.30 WIB dan KA Pandalungan relasi Gambir-Jember dengan jadwal keberangkatan pukul 19.55 WIB.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Perjalanan kereta pada malam hari pun turut disesuaikan. KA Argo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi yang berangkat pukul 20.30 WIB dan KA Argo Lawu relasi Gambir-Solo Balapan pukul 20.45 WIB masuk dalam daftar penyesuaian ini. Selanjutnya, KA Purwojaya relasi Gambir-Cilacap yang berangkat pukul 20.55 WIB serta KA Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta dengan jadwal keberangkatan pukul 21.20 WIB juga akan melayani penumpang di Stasiun Jatinegara. Tiga kereta terakhir yang disesuaikan adalah KA Gunungjati relasi Gambir-Cirebon yang berangkat pukul 22.05 WIB, KA Manahan relasi Gambir-Solo Balapan pukul 22.50 WIB, dan ditutup oleh KA Argo Anjasmoro relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi yang dijadwalkan berangkat pukul 23.35 WIB.
Untuk memastikan informasi ini sampai ke masyarakat, PT KAI telah mengirimkan pemberitahuan langsung kepada para calon penumpang yang terdampak melalui pesan singkat SMS dan WhatsApp blast. Bagi penumpang yang memutuskan untuk memanfaatkan kebijakan ini dan memilih naik dari Stasiun Jatinegara, pihak KAI mengimbau agar mereka memperhitungkan kembali waktu perjalanan menuju stasiun tersebut dan sangat disarankan untuk datang lebih awal guna menghindari risiko tertinggal kereta.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Senada dengan KAI, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga mengeluarkan imbauan khusus bagi masyarakat luas, terutama bagi para pengguna kereta api jarak jauh yang hendak menuju maupun berangkat dari Stasiun Gambir. Dishub DKI Jakarta meminta masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan mereka dengan cermat, memanfaatkan rute-rute alternatif yang tersedia, serta selalu mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku. Selain itu, para pengendara dan calon penumpang diminta untuk mengikuti arahan dari petugas yang bersiaga di lapangan demi kelancaran bersama selama kegiatan keagamaan di Monas berlangsung.






