Kepulauan Penghu, gugusan sekitar 90 pulau kecil di Selat Taiwan yang berada di bawah administrasi Taipei, kini menjadi fokus kesiapsiagaan militer yang krusial. Ribuan pasukan garnisun Taiwan di kepulauan tersebut tengah menggelar latihan tempur skala besar secara intensif guna mengantisipasi potensi serangan dari militer China (PLA).
Langkah taktis ini diambil karena posisi geografis Penghu yang sangat vital bagi pertahanan Taiwan. Pakar militer dari Institut Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Su Tzu-yun, menjelaskan bahwa posisi strategis Penghu memaksa PLA untuk menyerang wilayah ini terlebih dahulu sebelum dapat melancarkan serangan ke pulau utama Taiwan.
Menurut analisis Su, jika armada invasi China mencoba menerobos langsung ke pulau utama Taiwan tanpa menaklukkan Penghu terlebih dahulu, mereka dapat menghadapi konsekuensi fatal. Armada tempur China akan terekspos oleh serangan rudal jarak jauh dari Penghu. Melalui skenario ini, pasukan Taiwan dapat menjebak kapal-kapal perang China dalam baku tembak rudal antara Kepulauan Penghu dan pulau utama Taiwan.
LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Kesiagaan ini dibuktikan dengan langkah Komando Operasi Pesisir Angkatan Laut Taiwan yang mengerahkan kendaraan peluncur rudal Hsiung Feng ke pantai-pantai Penghu saat latihan militer tahunan Han Kuang pada 10 Agustus lalu. Selain sistem rudal pertahanan pesisir tersebut, militer Taiwan juga mulai mengandalkan teknologi pesawat tak berawak (UAV) yang dikerahkan sepanjang latihan tempur.
Su juga membeberkan keunggulan taktis Penghu dibandingkan dengan pulau terluar lainnya seperti Kinmen dan Matsu. Kedua pulau tersebut dinilai terletak terlalu dekat dengan daratan China, sehingga sulit untuk dijadikan jaringan pertahanan yang mumpuni.
Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Di samping kesiapan militer, pertahanan sipil juga terus diperkuat. Pemerintah Taiwan menargetkan sekitar 200.000 warganya di seluruh wilayah untuk menyelesaikan pelatihan ketahanan pertahanan pada tahun ini. Kepala Kota Huxi, Chen Chen-chung, menegaskan pentingnya kewaspadaan ini mengingat Kepulauan Penghu diprediksi akan menjadi salah satu titik pertama yang diserang jika konflik pecah.






