Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/7). Pertemuan tersebut secara khusus membahas langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi dampak fenomena iklim El Nino terhadap sektor pertanian nasional. Dalam kesempatan itu, Mentan juga melaporkan kondisi terkini cadangan pangan Indonesia yang saat ini diklaim masih berada dalam kondisi aman.
Menanggapi situasi iklim saat ini, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pemerintah segera mempercepat langkah mitigasi di wilayah-wilayah yang sudah mulai mengalami kekeringan. Upaya penyelamatan lahan pertanian ini difokuskan pada program pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, serta berbagai langkah taktis lainnya guna memastikan pasokan air ke lahan-lahan pertanian tetap terjaga dengan baik. Langkah cepat ini dinilai krusial mengingat pemerintah telah memetakan sekitar 35.000 hektare lahan pertanian yang terdampak oleh kekeringan akibat El Nino.
Di tengah ancaman kekeringan tersebut, Amran memastikan bahwa ketahanan pangan nasional masih terjaga. Total stok pangan nasional saat ini tercatat mencapai 26 juta ton. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari tanaman padi yang sedang tumbuh di lapangan (standing crop), ketersediaan beras di sektor perhotelan, restoran, dan katering (horeka), serta cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog. Dengan total cadangan sebesar 26 juta ton, pasokan pangan nasional dinilai setara dengan kebutuhan konsumsi selama 10 bulan ke depan. Estimasi ini diproyeksikan mampu melampaui masa panen raya yang biasanya berlangsung pada Maret tahun depan.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Secara lebih rinci, stok beras milik pemerintah yang saat ini tersimpan di gudang-gudang penyimpanan mencapai 5 juta ton. Kondisi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada tahun 2023 lalu, cadangan beras pemerintah tercatat hanya berkisar di angka 1 juta ton, bahkan sebelumnya sempat menyusut hingga menyentuh level 500.000 ton saja.
Kewaspadaan ekstra memang sangat diperlukan mengingat peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa indikator iklim menunjukkan intensitas El Nino saat ini berada dalam kategori kuat dan berpotensi terus menguat sepanjang tahun ini. BMKG juga memperingatkan bahwa fenomena alam ini berisiko mengganggu pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas pertanian secara keseluruhan, hingga meningkatkan potensi gagal panen akibat terjadinya defisit pasokan air.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Kondisi kekeringan ini diperkirakan tidak akan mereda dalam waktu singkat. Lembaga kedirgantaraan dan oseanografi Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), memproyeksikan bahwa fenomena El Nino kali ini masih akan terus berlanjut hingga awal tahun 2027 mendatang. Selain itu, sejumlah pakar juga memprediksi bahwa El Nino tahun ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kategori Super El Nino.






