apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Presiden Prabowo

Togar PanjaitanDiterbitkan 3 Agu 2026 - 12.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Tanda Pangkat Disematkan Presiden Prabowo
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Perjuangan keras yang diiringi oleh ketekunan kembali membuktikan bahwa latar belakang ekonomi keluarga bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di tingkat nasional. Mohamad Toriq Anwar, seorang anak petani yang berasal dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berhasil mengukir prestasi luar biasa dengan menjadi salah satu lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada tahun 2026. Keberhasilan ini ia capai seiring dengan kelulusannya sebagai bagian dari Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII.

Prestasi yang diraih oleh Toriq terasa semakin istimewa karena dirinya terpilih menjadi satu dari tiga orang Purna Praja yang memperoleh kehormatan untuk disematkan tanda pangkat Pamong Praja Muda secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia,

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
Prabowo Subianto
. Momen penyematan pangkat oleh Kepala Negara tersebut menjadi bukti nyata dari dedikasi tinggi yang ditunjukkan Toriq selama menempuh masa pendidikan di lembaga pendidikan kedinasan tersebut.

Toriq lahir dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sederhana di Banyumas. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Untuk menopang kehidupan sehari-hari, orang tuanya bekerja keras dengan mengandalkan sektor pertanian dan peternakan. Selain menggarap lahan sebagai petani, orang tua Toriq juga berprofesi sebagai peternak bebek sekaligus menjual telur bebek ke berbagai warung yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. Sementara itu, kakak sulungnya turut membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu yang lokasinya tidak jauh dari rumah mereka.

Baca Juga

Kementerian Pertahanan Kucurkan Rp 1,064 Triliun untuk Pendidikan Bela Negara Calon Manajer Koperasi Desa

Kementerian Pertahanan Kucurkan Rp 1,064 Triliun untuk Pendidikan Bela Negara Calon Manajer Koperasi Desa

Keputusan Toriq untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi kedinasan didasari oleh keinginan kuat untuk mengangkat derajat keluarganya. Pada tahun 2022, ia memantapkan tekad untuk mendaftarkan diri dalam Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN. Ketika ditemui di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (29/7/2026), Toriq membagikan alasannya memilih menempuh pendidikan di IPDN. Ia menjelaskan bahwa IPDN merupakan sekolah kedinasan yang menerapkan sistem ikatan dinas, di mana seluruh biaya pendidikan hingga biaya hidup para praja ditanggung sepenuhnya oleh negara. Hal ini menjadi solusi terbaik agar ia bisa tetap kuliah tanpa harus membebani keuangan orang tuanya.

Kendati demikian, jalan yang harus ditempuh Toriq untuk bisa lolos ke IPDN tidaklah mudah dan dipenuhi berbagai rintangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi keluarganya adalah masalah akomodasi dan biaya operasional selama masa tes. Ujian seleksi dilaksanakan di Kota Semarang, sedangkan Toriq tinggal di Kabupaten Banyumas yang jarak tempuhnya berkisar antara empat hingga lima jam perjalanan. Jarak yang cukup jauh ini mengharuskan keluarganya berjuang keras guna mengumpulkan dana transportasi serta memenuhi kebutuhan administrasi yang diperlukan selama proses seleksi berlangsung.

Baca Juga

Ketahanan Pangan Terjaga Melalui Program PESAT di Perbatasan Malinau

Ketahanan Pangan Terjaga Melalui Program PESAT di Perbatasan Malinau

Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat Toriq. Ia mengikuti seluruh rangkaian tes dengan sungguh-sungguh dan berhasil melewati setiap tahapan seleksi yang sangat kompetitif. Rangkaian tes tersebut meliputi seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan jasmani. Pada tahapan SKD, Toriq menunjukkan kemampuan akademis yang luar biasa dengan meraih nilai sekitar 455. Nilai tersebut mengantarkannya menjadi peringkat pertama pada sesi seleksi yang ia ikuti. Tidak hanya itu, pada hasil akhir seleksi di tingkat Provinsi Jawa Tengah, ia berhasil menduduki peringkat kedua.

Kini, perjuangan panjang anak petani dari Banyumas ini telah membuahkan hasil yang manis. Setelah resmi dilantik dan pangkatnya disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Toriq siap memulai pengabdiannya sebagai Pamong Praja Muda di tengah masyarakat. Kisah suksesnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah akhir dari mimpi untuk meraih masa depan yang gemilang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoBanyumasIPDNMohamad Toriq AnwarPurna Praja

Berita Terbaru Lainnya

Gelombang Panas dan Kekeringan Landa AS hingga Eropa, Picu Kebakaran Hutan dan Krisis AirKementerian Pertahanan Kucurkan Rp 1,064 Triliun untuk Pendidikan Bela Negara Calon Manajer Koperasi DesaKetahanan Pangan Terjaga Melalui Program PESAT di Perbatasan MalinauAman dan Nyaman di Perjalanan, Bagaimana DENZA D9 Menjawab Kebutuhan Mobil Listrik Keluarga?Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp 2.610.000 per GramTrump Batal Serang Iran, Rupiah Hari Ini Berpotensi MenguatTransformasi Desa Kuno Guangdong Menjadi Kawasan Resort Mewah Bernilai TinggiRoket SpaceX Diprediksi Tabrak Permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AITeknologi 路 29 Jul 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap