Bagaimana sebuah kapal tanker komersial yang sedang mengemban tugas distribusi bahan bakar minyak (BBM) dapat mendadak beralih fungsi menjadi penyelamat di tengah laut? Pertanyaan ini terjawab melalui aksi cepat kapal tanker Transko Arafura milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) saat terjadi musibah kebakaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa 2. Di tengah perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, kapal tanker tersebut berhasil mengevakuasi belasan korban dari kapal yang terbakar tersebut. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana kesiapsiagaan kru kapal niaga di laut dapat menjadi penentu keselamatan nyawa manusia ketika situasi darurat terjadi secara tiba-tiba di jalur pelayaran mereka.
Kejadian penyelamatan ini berlangsung pada hari Minggu (2/8). Sebelum terlibat dalam proses evakuasi yang menegangkan tersebut, Transko Arafura tengah melakukan pelayaran rutin dari Ampenan menuju Belawan. Kapal tanker dengan kapasitas sebesar 3.500 long ton deadweight (LT DWT) ini sedang menjalankan misi penting untuk mendistribusikan bahan bakar minyak milik PT Pertamina Patra Niaga. Di bawah kepemimpinan nakhoda kapal, Captain Hans Kurniadi Sofyan, kapal beserta seluruh kru berlayar melintasi rute yang telah ditentukan sebelum akhirnya mereka harus mengubah fokus demi misi kemanusiaan.
Sekitar pukul 08.00 waktu setempat, awak kapal Transko Arafura menerima informasi krusial mengenai kebakaran hebat yang melanda KMP Mutiara Sentosa 2. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa lokasi kapal yang terbakar tersebut berada sekitar 20 mil laut dari posisi Transko Arafura saat itu. Jarak tersebut menuntut nakhoda beserta kru untuk segera mengambil tindakan responsif dan melakukan pencarian di sekitar area kejadian guna menemukan korban yang membutuhkan pertolongan segera.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Sebanyak 19 kru kapal Transko Arafura yang berada di atas kapal tanker minyak tersebut langsung bersiap dan dikerahkan untuk mengawasi area perairan di sekitar mereka. Mereka melakukan pemindaian visual secara saksama dan menyisir perairan guna mencari para korban yang kemungkinan terombang-ambing di laut setelah menyelamatkan diri dari kapal yang terbakar. Berkat upaya pemantauan dan pencarian yang intensif ini, awak Transko Arafura akhirnya berhasil menemukan dan menyelamatkan 17 korban. Dari keseluruhan korban yang berhasil dievakuasi oleh kapal Pertamina tersebut, 3 orang di antaranya merupakan awak kapal dari KMP Mutiara Sentosa 2, sedangkan 14 orang lainnya adalah penumpang kapal tersebut. Setelah berhasil menaikkan para korban ke atas kapal tanker, pihak PTK segera melakukan koordinasi intensif dengan pihak Basarnas Surabaya untuk proses penjemputan dan penanganan lebih lanjut terhadap para korban selamat.
VP Legal and Relation PTK, Amran Reza, membenarkan adanya aksi penyelamatan kemanusiaan yang dilakukan oleh kru kapal Transko Arafura ini. Penyelamatan oleh kapal tanker Pertamina ini merupakan bagian dari operasi penyelamatan yang lebih besar yang melibatkan tim SAR gabungan. Hingga hari Senin (3/8) pukul 08.40 WIB, data dari tim SAR gabungan mencatat bahwa total korban yang telah berhasil dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa 2 mencapai 234 orang (persons on board/POB). Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 229 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 5 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia akibat musibah tersebut.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus Search Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit, menjelaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan berbagai unsur pertolongan, baik dari matra laut maupun udara. Beberapa armada yang dikerahkan ke lokasi musibah antara lain adalah KN SAR 249 Permadi, KRI Bung Hatta-370, KNP Grantin P.211, serta dukungan satu unit helikopter dari Ditpolairud Polda Jawa Timur. Sementara itu, mengenai apa yang menjadi pemicu utama kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, pihak berwenang menegaskan bahwa penyebab pasti insiden tersebut hingga kini masih berada dalam proses penyelidikan mendalam oleh otoritas terkait. Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama tim gabungan saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal sembari mengumpulkan bukti-bukti penyebab kebakaran.






