Bagaimana sebuah kapal tanker komersial yang sedang mengemban tugas distribusi bahan bakar minyak (BBM) dapat mendadak beralih fungsi menjadi penyelamat di tengah laut? Pertanyaan ini terjawab melalui aksi cepat kapal tanker Transko Arafura milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) saat terjadi musibah kebakaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa 2. Di tengah perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, kapal tanker tersebut berhasil mengevakuasi belasan korban dari kapal yang terbakar tersebut. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana kesiapsiagaan kru kapal niaga di laut dapat menjadi penentu keselamatan nyawa manusia ketika situasi darurat terjadi secara tiba-tiba di jalur pelayaran mereka.
Kejadian penyelamatan ini berlangsung pada hari Minggu (2/8). Sebelum terlibat dalam proses evakuasi yang menegangkan tersebut, Transko Arafura tengah melakukan pelayaran rutin dari Ampenan menuju Belawan. Kapal tanker dengan kapasitas sebesar 3.500 long ton deadweight (LT DWT) ini sedang menjalankan misi penting untuk mendistribusikan bahan bakar minyak milik PT Pertamina Patra Niaga. Di bawah kepemimpinan nakhoda kapal, Captain Hans Kurniadi Sofyan, kapal beserta seluruh kru berlayar melintasi rute yang telah ditentukan sebelum akhirnya mereka harus mengubah fokus demi misi kemanusiaan.








