Apakah kawasan tempat tinggal atau tempat usaha Anda di wilayah Bandung dan Cimahi aman dari ancaman kejahatan di malam hari? Pertanyaan ini menjadi perhatian serius setelah serangkaian aksi pembakaran misterius melanda tiga titik berbeda di kedua wilayah bertetangga tersebut dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Polisi kini tengah memburu seorang pria misterius yang diduga menjadi dalang di balik seluruh aksi teror acak ini.
Aksi pembakaran oleh orang tidak dikenal ini terjadi dalam rentang waktu antara Jumat (31/7) hingga Selasa (4/8). Pelaku diduga memilih sasarannya secara acak dengan motif yang masih belum bisa dipastikan oleh pihak kepolisian. Berdasarkan rekaman dan keterangan awal, pelaku memiliki ciri-ciri yang serupa di setiap lokasi, yakni seorang pria yang mengenakan jaket bertudung atau hoodie berwarna hitam, membawa tas ransel, dan selalu beraksi pada dini hari saat warga sedang terlelap. Beruntung, sebagian besar api tidak sampai membesar karena kesigapan warga sekitar yang berhasil memadamkannya sebelum merembet lebih jauh.
Teror ini bermula di Kota Cimahi pada Jumat (31/7). Pelaku menyasar gerobak milik pedagang kaki lima yang diparkir di kawasan ruko Jalan Ria, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah. Gerobak yang menjadi korban pembakaran tersebut adalah milik Sriyono (45) yang sehari-hari digunakan untuk berjualan bakso, serta milik Agung Kurniawan yang digunakan untuk menjual dimsum dan ayam goreng. Menanggapi kejadian tersebut, Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan langsung menindaklanjutinya dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyelidikan mendalam kini sedang berjalan untuk mengungkap identitas pelaku di wilayah hukum Cimahi.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Dua hari berselang, tepatnya pada Minggu (2/8) dini hari, aksi serupa terjadi di Kota Bandung. Kali ini, pelaku menyasar sebuah bendera Merah Putih yang terpasang di depan rumah milik Mia (61) di Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir. Pelaku terekam menyalakan api menggunakan korek gas ke arah bendera sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian. Mia mengaku sangat bersyukur karena ada warga yang kebetulan melintas di depan rumahnya dan langsung bergegas memadamkan api yang mulai membakar bendera tersebut. Kapolsek Andir, Kompol Triyono Raharja, mengonfirmasi bahwa jajarannya masih terus menyelidiki kasus pembakaran bendera ini guna mengidentifikasi pelaku.
Aksi yang paling baru sekaligus paling berdampak terjadi di kawasan Karasak, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, pada Selasa (4/8) sekitar pukul 02.40 WIB. Di lokasi ketiga ini, pelaku membakar sebuah bangunan hingga menimbulkan kobaran api yang cukup besar. Akibatnya, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskar PB) Kota Bandung harus diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Kapolsek Astanaanyar, Kompol Fetrizal, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut dan mengungkapkan bahwa pemilik bangunan yang terbakar telah resmi melapor ke polisi. Fetrizal juga menyebutkan adanya dugaan sementara bahwa pelaku di Karasak merupakan orang yang sama dengan pelaku di Andir dan Cimahi karena kemiripan ciri-ciri fisik dan pakaian.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Penyelidikan kasus ini kini ditarik ke tingkat yang lebih tinggi dengan melibatkan Satreskrim Polrestabes Bandung bersama Unit Reskrim Polsek Astanaanyar. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menyatakan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya kemiripan pola dan ciri pelaku antara tempat kejadian perkara pembakaran bendera di Andir dengan lokasi kebakaran di wilayah Astanaanyar. Kendati demikian, polisi masih berhati-hati dan terus mengumpulkan bukti guna memastikan identitas serta menangkap pelaku yang telah meresahkan warga Bandung dan Cimahi ini.






