Ketegangan di tengah laut berujung petaka setelah seorang anak buah kapal (ABK) diduga nekat membakar kapal penangkap cumi KM Jemi Indah 08 di wilayah Perairan Aru, Maluku. Aksi pembakaran ini dipicu oleh rasa tidak terima pelaku setelah ditegur oleh nakhoda karena mengemudikan kapal secara ugal-ugalan. Insiden tersebut mengakibatkan puluhan awak kapal harus melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api yang dengan cepat melahap badan kapal penangkap cumi tersebut.
Kronologi peristiwa yang terjadi pada Jumat (7/8) ini bermula ketika nakhoda KM Jemi Indah 08, Hariadi Supriadi, terpaksa menyerahkan kemudi kapal untuk sementara waktu kepada salah satu ABK. Hal tersebut ia lakukan karena harus pergi ke toilet untuk buang air kecil. Namun, saat berada di dalam toilet, Hariadi merasakan pergerakan kapal yang tidak stabil dan berbelok-belok secara tidak wajar. Begitu keluar dari toilet, sang nakhoda langsung memarahi ABK yang bertugas memegang kemudi tersebut karena dinilai membawa kapal secara ugal-ugalan dan membahayakan keselamatan seluruh awak. Teguran keras ini rupanya memicu kekesalan mendalam pada diri sang ABK yang tidak terima disalahkan.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Didorong rasa sakit hati karena dimarahi, ABK tersebut kemudian nekat masuk ke dalam kamar tidur nakhoda dan membakar kasur yang ada di dalamnya. Api dengan cepat membesar dan menjalar hingga membakar bagian belakang kapal. Melihat situasi yang semakin kritis dan tidak terkendali, para awak kapal lainnya sempat bergotong-royong berupaya memadamkan api. Mereka bahkan memecahkan kaca jendela ruang kendali dengan harapan dapat mengurangi kobaran api yang terus membubung tinggi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena api terlanjur merembet cepat, sehingga para ABK terpaksa mengambil keputusan darurat untuk melompat ke dalam laut demi menyelamatkan nyawa mereka masing-masing.
Beruntung, keselamatan para awak kapal yang terombang-ambing di laut segera tertolong berkat adanya kapal lain yang berada dalam satu jalur pelayaran. KM Jemi Indah 08 sendiri diketahui sedang berlayar bersama rombongan kapal penangkap cumi lainnya dari Pelabuhan Bali menuju Perairan Aru. Kapal penangkap cumi lain yang berada di dekat lokasi, yakni KM Harapan Makmur 01, langsung mendekat dan berhasil mengevakuasi para korban dari permukaan air. Kepala Pos SAR Dobo, Gleen Tehupuring, mengonfirmasi bahwa berdasarkan manifes resmi kapal, terdapat total 33 orang yang berada di atas KM Jemi Indah 08 saat peristiwa pembakaran itu terjadi. Dari jumlah keseluruhan tersebut, sebanyak 32 orang dilaporkan selamat, sedangkan satu orang lainnya dinyatakan hilang.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap satu korban yang hilang masih terus dilakukan oleh tim penyelamat di sekitar lokasi kejadian. Gleen Tehupuring menjelaskan bahwa korban yang hilang tersebut merupakan ABK yang diduga kuat sebagai pelaku utama pembakaran kapal. Pihak berwenang dan tim SAR masih terus menyisir wilayah perairan tersebut untuk menemukan keberadaan pelaku. Meskipun demikian, pihak SAR belum dapat memastikan apakah pelaku masih hidup atau tenggelam setelah melompat ke laut, mengingat informasi mengenai kondisinya masih sangat terbatas dan pencarian di tengah laut menghadapi tantangan tersendiri.






