Kebakaran melanda bangsal bersalin Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) di Islamabad, Pakistan, pada Kamis (27/8) pagi. Peristiwa ini mengakibatkan 14 bayi meninggal dunia dan memicu penyelidikan terkait sistem keselamatan di rumah sakit tersebut.
Api pertama kali muncul di ruang nursery dan membesar dengan cepat. Laporan awal menduga percikan atau ledakan dari sistem pendingin udara (AC) sebagai pemicu kebakaran, namun penyebab pastinya masih diselidiki. Menteri Kesehatan Pakistan, Mustafa Kamal, menyebutkan bahwa beberapa bayi di dalam inkubator sedang menggunakan tabung atau suplai oksigen saat kebakaran terjadi, yang dapat memperparah kobaran api. Sementara itu, komite kesehatan parlemen Pakistan menyatakan penyebab kebakaran diduga berkaitan dengan gangguan teknis.
Banjir dan Longsor di Nepal, Lebih dari 500 Orang Tewas, 1.500 Hilang

Juru bicara PIMS, Dr. Aneeza Jalil, menjelaskan bahwa terdapat 15 bayi yang sedang menjalani perawatan intensif di ruang NICU saat kebakaran terjadi. Dari jumlah tersebut, hanya satu bayi yang berhasil diselamatkan. Proses evakuasi terhambat akibat asap tebal yang memenuhi area bangsal. Petugas penyelamat harus menggunakan tangga dan memecahkan jendela untuk menjangkau ruangan yang terbakar karena sejumlah keluarga menyebut akses masuk ke ruang bayi sulit dibuka.
Di tengah peristiwa tersebut, istri dan bayi dari Sardar Atti ur Rehman (38), yang baru melahirkan sehari sebelum kebakaran, dilaporkan berhasil selamat.
Trump Setop Kucuran Dana Keamanan untuk Pasukan Sekutu di Irak

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Pemerintah juga membentuk komite pencari fakta untuk mengusut penyebab kebakaran, respons darurat, serta kemungkinan adanya kelalaian.






