Keluarga korban banjir bandang di Nepal kini dilingkupi kecemasan mendalam di tengah upaya pencarian kerabat mereka yang hilang. Di luar sebuah kamar jenazah di Kathmandu, kerumunan warga berkumpul untuk mencermati foto-foto korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang ditempel di gerbang luar untuk keperluan identifikasi. Sementara itu, di pusat pelatihan militer yang berlokasi di Nuwakot, para kerabat korban dengan raut duka terus memeriksa papan pengumuman, mencari nama anggota keluarga mereka pada daftar orang hilang yang dipasang oleh tim penyelamat.
Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus berupaya mencari hampir 1.500 orang yang dilaporkan hilang. Pihak Kepolisian Nepal pada Jumat menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat bencana ini telah mencapai lebih dari 500 orang. Di luar angka kematian tersebut, hampir 1.000 orang lainnya masih dinyatakan belum diketahui keberadaannya, baik di wilayah Nepal maupun di wilayah Tibet, China. Berdasarkan data pihak berwenang, sedikitnya 540 orang di antara korban yang hilang tersebut merupakan warga negara asing.
Mengenal Haakon VIII, Raja Baru Norwegia

Untuk mempercepat proses evakuasi, petugas di lapangan telah mengerahkan berbagai alat berat pada hari Jumat guna mengeruk material lumpur tebal di kawasan Trishuli. Fokus pencarian saat ini tersebar di wilayah Nepal dan Tibet setelah longsoran lumpur serta batu jatuh dan masuk ke aliran sungai di kawasan Pegunungan Himalaya pada Rabu (26/8).
Bencana dahsyat ini bermula ketika sebuah gletser runtuh pada Rabu pagi. Runtuhnya gletser tersebut memicu aliran air yang sangat deras, membawa material bebatuan, es, lumpur, serta puing-puing langsung ke dalam sistem sungai di kawasan Himalaya. Arus banjir bandang ini kemudian menyapu kawasan di sepanjang rute yang menghubungkan kota Kathmandu dengan Lhasa.
Banjir Bandang di Himalaya, Korban Tewas Bertambah, Operasi Penyelamatan Sempat Terhenti

Selain merenggut ratusan nyawa, terjangan banjir bandang juga melumpuhkan infrastruktur penting di wilayah perbatasan. Sejumlah pembangkit listrik, jalan raya, dan jembatan di sepanjang rute Kathmandu-Lhasa dilaporkan hancur diterjang arus banjir.






