Norwegia memasuki era kepemimpinan baru setelah wafatnya Raja Harald V pada usia 89 tahun pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kepergian sang monarki diikuti dengan naiknya sang putra ke takhta kekuasaan sebagai Raja Haakon VIII. Suksesi ini membawa wajah baru di tengah dinamika keluarga kerajaan yang sedang menyita perhatian masyarakat.
Raja Haakon VIII memimpin sebagai raja keempat dalam sejarah monarki modern Norwegia sejak sistem kerajaan dipulihkan kembali pada tahun 1905. Dalam menjalankan tugas barunya, ia memilih untuk menggunakan kembali semboyan sang ayah, yaitu "Semuanya untuk Norwegia".
Perjalanan Hidup Raja Haakon VIII
Lahir pada tahun 1973, Haakon VIII merupakan anak bungsu dari pasangan mendiang Raja Harald V dan Ratu Sonja. Ia memiliki seorang kakak perempuan bernama Putri M盲rtha Louise. Perjalanan Haakon menuju takhta dimulai sejak usia muda. Pada tahun 1991, ketika berusia 17 tahun, ia menjadi putra mahkota setelah kakeknya, Raja Olav V, meninggal dunia. Mendiang Raja Harald V sendiri sempat menuliskan pandangannya mengenai sang putra dalam buku biografi pribadinya yang berjudul The King Tells.
Secara garis keturunan, Haakon merupakan keturunan langsung dari Ratu Victoria dari Inggris hingga generasi kelima. Sebelum memikul tanggung jawab sebagai pemimpin negara, ia lulus dari Akademi Angkatan Laut Norwegia pada tahun 1995. Setelah itu, ia menempuh pendidikan ilmu politik di University of Berkeley, California.
Banjir Bandang di Himalaya, Korban Tewas Bertambah, Operasi Penyelamatan Sempat Terhenti

Keluarga dan Pewaris Takhta Kerajaan
Dengan naiknya Haakon VIII ke takhta, istrinya, Mette-Marit, kini resmi menjadi Ratu Norwegia. Pertemuan pertama keduanya terjadi pada tahun 1999 di sebuah festival musik di kota asal Mette-Marit, Kristiansand, sebelum akhirnya mereka menikah pada tahun 2001.
Saat pertama kali bertemu dengan Haakon, Mette-Marit berstatus sebagai ibu tunggal dengan anak berusia empat tahun. Ayah dari anak tersebut pernah menjalani hukuman akibat kasus kepemilikan kokain. Dari pernikahan mereka, Raja Haakon VIII dan Ratu Mette-Marit dikaruniai dua anak, yaitu Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus.
Posisi pewaris takhta kini dipegang oleh putri mereka, Ingrid Alexandra, yang berusia 22 tahun. Ingrid Alexandra resmi menjadi putri mahkota sekaligus calon pewaris takhta Norwegia. Hal ini dimungkinkan setelah adanya amendemen Konstitusi Norwegia pada tahun 1990 yang memberikan hak waris takhta kepada perempuan.
Banjir dan Longsor di Nepal, Lebih dari 500 Orang Tewas, 1.500 Hilang

Tantangan yang Dihadapi Raja Baru
Awal masa pemerintahan Raja Haakon VIII diwarnai oleh sejumlah persoalan pribadi dan kesehatan keluarga intinya. Ratu Mette-Marit didiagnosis menderita penyakit fibrosis paru sejak tahun 2018. Ia menjalani operasi transplantasi paru-paru tepat dua hari setelah persidangan kasus hukum putranya berakhir.
Selain masalah kesehatan, keluarga kerajaan juga menghadapi sorotan akibat kasus hukum yang menjerat Marius Borg H酶iby, putra Ratu Mette-Marit dari hubungan sebelumnya. Marius dinyatakan bersalah atas kasus pemerkosaan dalam persidangan yang mendapat perhatian luas. Salah satu korban disebut mengalami pemerkosaan di kediaman Haakon di Skaugum, di luar Oslo.
Di samping itu, Ratu Mette-Marit juga sempat menyampaikan permohonan maaf atas hubungan pertemanannya yang berlangsung selama tiga tahun dengan Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual yang telah divonis bersalah. Berbagai isu inilah yang kini membayangi awal kepemimpinan Raja Haakon VIII dalam menjaga reputasi monarki Norwegia.






