12 Penumpang Asing Selamat, Nakhoda Speedboat Masih Hilang di Tomini

Parlin SinagaPublished 26 Jul 2026 - 04.15 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
12 Penumpang Asing Selamat, Nakhoda Speedboat Masih Hilang di Tomini
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kabar gembira sekaligus cemas menyelimuti perairan Teluk Tomini, Gorontalo, akhir pekan ini. Sebelas warga negara asing yang sempat hilang kontak bersama speedboat SB Mister Un akhirnya ditemukan selamat. Namun, di balik kelegaan itu, seorang nahkoda bernama Ferdiansyah justru belum diketahui nasibnya. Pencarian berbalut ketegangan terus berlanjut di sekitar lokasi tenggelamnya kapal yang membawa total 13 jiwa tersebut.

Berdasarkan manifes pelayaran, speedboat berukuran GT 2 milik PT Farmaz Jaya Abadi itu bertolak dari Pelabuhan Una-Una pada Jumat (24/7/2026) pukul 07.30 WITA, dengan tujuan Pelabuhan Marisa. Awak kapal hanya dua orang: nakhoda Ferdiansyah dan seorang anak buah kapal. Sebelas tamu asing yang menjadi penumpang sedang dalam perjalanan yang semestinya singkat dan tenang. Sayangnya, di tengah pelayaran, mesin kapal tiba-tiba mati. Tanpa daya dorong, kapal kecil itu langsung menjadi mainan gelombang yang kian mengganas akibat kondisi hidrometeorologi buruk. Hingga akhirnya kapal tak mampu bertahan dan tenggelam di titik yang kini menjadi pusat operasi SAR.

Also Read

Uang Negara Turun Tangan, Kopdes Bersiap Lunasi Utang Bank Pertama di September

Tim SAR Gabungan yang melibatkan Basarnas Gorontalo, TNI AL, Polairud, dan SROP Ampana segera dikerahkan setelah sinyal darurat pertama terdeteksi. Namun, upaya penyelamatan tak bisa berjalan mulus. Jumat malam, gelombang tinggi memaksa operasi dihentikan demi keselamatan personel. Barulah pada Sabtu pagi, tim kembali melaut dan berhasil mengevakuasi 12 orang dalam keadaan hidup – sebelas pelancong asing dan satu awak kapal. Mereka diungsikan ke Resort Sanctum di Una-Una untuk penanganan awal, sebelum dirujuk ke RSUD Ampana menjalani pemeriksaan medis lanjutan. Semua korban selamat tampak lemas, tetapi syukur tak mengalami luka serius.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada satu sosok yang belum kembali: Ferdiansyah, sang nakhoda. Pencarian terhadap dirinya diintensifkan di sekitar area penemuan para penumpang. Keberhasilan menyelamatkan semua tamu asing seolah menjadi kontras yang menusuk – seorang nahkoda yang bertanggung jawab atas pelayaran justru masih diperkirakan terombang-ambing di lautan lepas. Pihak keluarga di darat hanya bisa menanti kabar, sementara tim SAR menyisir perairan dengan harapan yang terus menyala.

Also Read

Meredam Gejolak Harga, Kementan Kawal Keseimbangan Benih Unggul dan Kepentingan Petani

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Ampana telah mendirikan posko penanganan di darat. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, memastikan koordinasi antarlembaga berjalan intensif. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam kepada para penumpang dan keluarga korban, serta menegaskan bahwa pencarian nakhoda akan dioptimalkan tanpa henti. Pihaknya juga mengingatkan kembali seluruh operator kapal dan pelaku pelayaran rakyat untuk selalu memeriksa kesiapan teknis armada dan mencermati prakiraan cuaca sebelum berlayar. Insiden di Tomini ini menjadi pengingat betapa ganasnya laut ketika manusia dan mesin tak lagi bisa bersahabat dengan alam.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca