Bagaimana kondisi terkini para korban dan tingkat kerusakan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT)? Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sebanyak 11.925 rumah rusak akibat gempa tersebut. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan dampak pengungsi yang paling banyak serta mencatat dampak korban luka maupun meninggal dunia.
Kerusakan fisik bangunan yang mencapai belasan ribu unit tersebut terdiri atas 5.516 unit rumah rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa daerah dengan tingkat kerusakan fisik tertinggi berada di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada. Sementara itu, dampak sosial berupa jumlah pengungsi dan korban jiwa yang signifikan terpusat di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai.
BNPB mencatat data sementara pengungsi yang berhasil dikumpulkan sejauh ini telah mencapai 40.040 jiwa di NTT. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai sekitar 15.465 jiwa. Angka tersebut terdiri dari 966 orang yang mengungsi di posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta sekitar 14.000 warga yang mengungsi secara mandiri. Di wilayah Manggarai Timur ini, tercatat 25 orang meninggal dunia, 442 orang mengalami luka berat, dan 513 orang luka ringan.
PKB Respons Positif Momen Prabowo Duduk Diapit Jokowi dan Gibran saat HUT ke-81 RI

Sementara itu, Kabupaten Manggarai menempati posisi kedua dengan jumlah pengungsi terbanyak, yaitu 6.487 jiwa. Di kabupaten ini, korban jiwa meninggal dunia tercatat sebanyak 27 orang, dengan 31 orang mengalami luka berat dan 88 orang luka ringan. Secara akumulatif, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, melaporkan bahwa hingga hari ketiga pukul 23.30 WIB, total korban yang terdata sebanyak 202 orang. Angka ini mencakup 70 korban meninggal dunia dan 132 korban luka-luka, dengan rincian 40 luka berat dan 92 luka ringan.
Saat ini, Basarnas memfokuskan operasinya pada bantuan pemulihan medis bagi para korban, khususnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau seperti Kecamatan Lamba Leda di Kabupaten Manggarai Timur. Di sisi lain, penanganan di tingkat nasional juga melibatkan Kementerian Sosial yang dipimpin oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab dipanggil Gus Ipul.
Aturan Pembatasan Barang Bawaan Penumpang Luar Negeri Bea Cukai, Belajar dari Kasus Kartu Pokemon

Di sisi lain, pemulihan sarana vital seperti pasokan energi juga terus berjalan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan aliran listrik di NTT sempat terhambat akibat guncangan gempa. Untuk mempercepat pemulihan, Direktur Utama Pertamina dan Direktur Utama PLN dilaporkan berada di lokasi bencana untuk memantau situasi secara langsung.
Guna meringankan beban para korban, berbagai bantuan dari pemerintah provinsi lain mulai dikirimkan, termasuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Di tingkat pemerintahan pusat, Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan mengunjungi NTT untuk melihat langsung penanganan bencana gempa. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa rencana kunjungan kepala negara tersebut tengah dipersiapkan karena kehadiran seorang Presiden membutuhkan persiapan dan sarana pendukung yang berbeda dibandingkan kunjungan biasa.






