Perselisihan internal di tubuh sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan kini tengah menjadi sorotan setelah mencuatnya laporan ke pihak kepolisian. Konflik ini melibatkan mantan pemilik yayasan berinisial IWD, yang dituduh telah memanfaatkan fasilitas dan nama baik lembaga pendidikan tersebut demi kepentingan pribadi. Salah satu temuan yang paling menyita perhatian adalah keberadaan ratusan senjata yang disimpan di dalam lingkungan sekolah.
Kuasa hukum yayasan sekolah tersebut, Hermawanto, mengungkapkan bahwa IWD diduga kuat menggunakan yayasan sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan finansial pribadi. Hermawanto membeberkan bahwa mantan pemilik tersebut menggunakan nama yayasan sebagai jaminan atau agunan untuk mengajukan pinjaman kredit ke bank. Alih-alih digunakan untuk pengembangan fasilitas belajar-mengajar atau kesejahteraan sekolah, dana pinjaman bank tersebut justru dialihkan untuk membangun lapangan olahraga padel. Proyek lapangan padel ini pun diketahui dikelola secara langsung oleh anggota keluarga IWD sendiri.








