Rencana Pemerintah Singapura untuk membabat sebagian kawasan hutan demi pembangunan perumahan menuai gelombang protes publik yang jarang terjadi di negara tersebut. Puluhan ribu warga menyatakan penolakan keras atas proyek ini melalui petisi daring dan aksi demonstrasi langsung di lapangan.
Hingga saat ini, sebuah petisi yang mendesak pemerintah untuk membatalkan atau merevisi proyek pembangunan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 60.000 tanda tangan. Selain dukungan digital, penolakan nyata juga ditunjukkan oleh lebih dari 2.000 orang yang berkumpul di Speakers' Corner untuk menyuarakan keberatan mereka terhadap pembabatan lahan hijau tersebut.
Subsidi Energi Masih Berbasis Komoditas, Begini Bahayanya Bagi RI

Pemicu gelombang protes ini bermula dari pengumuman rencana pembangunan oleh Dewan Perumahan dan Pembangunan (Housing and Development Board) Singapura. Lembaga tersebut berencana membuka sekitar 15 hektare area dari total 23 hektare lahan yang dimiliki oleh Hutan Maju untuk dijadikan area perumahan. Langkah ini semakin memicu kekhawatiran publik setelah pemerintah juga mengumumkan rencana pembersihan setidaknya 10 hektare lahan di Hutan Gillman, yang berlokasi sekitar 6 kilometer dari kawasan Hutan Maju.
Di barisan warga yang menolak, Joanne Teoh menjadi salah satu sosok yang paling vokal bersuara. Perempuan berusia 68 tahun yang tinggal di kawasan Sunset Way ini memiliki ikatan personal yang kuat dengan Hutan Maju. Selama lebih dari tiga dekade, Teoh menikmati pemandangan kanopi hijau hutan tersebut langsung dari jendela apartemennya. Sejak tahun 2021, ia juga aktif mendokumentasikan kekayaan flora dan fauna yang hidup di dalam kawasan hutan tersebut sebagai bentuk kepeduliannya pada lingkungan.
Donald Trump Ubah Nama Danau Ontario Menjadi Danau Amerika

Melalui gerakan penolakan yang terus meluas ini, warga berharap pemerintah Singapura bersedia meninjau kembali keputusan mereka dan mencari solusi alternatif pembangunan tanpa harus mengorbankan sisa-sisa kawasan hutan yang berharga bagi ekosistem perkotaan.






