apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Nasional

Subsidi Energi Masih Berbasis Komoditas, Begini Bahayanya Bagi RI

Togar PanjaitanDiterbitkan 29 Agu 2026 - 03.04 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Subsidi Energi Masih Berbasis Komoditas, Begini Bahayanya Bagi RI
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan rancangan anggaran subsidi energi yang melonjak signifikan untuk tahun 2027. Dalam RAPBN 2027, alokasi anggaran subsidi energi direncanakan mencapai Rp272,94 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 20,1 persen dibandingkan dengan perkiraan realisasi (outlook) APBN tahun 2026 yang sebesar Rp227,25 triliun.

Meskipun alokasi anggaran tersebut membengkak, skema penyaluran subsidi dan kompensasi energi di Indonesia hingga saat ini dinilai masih menyimpan kelemahan mendasar. Hal ini disebabkan karena sistem yang berjalan saat ini masih berbasis komoditas, bukan berdasarkan masyarakat penerima manfaat secara langsung.

Risiko Subsidi Berbasis Komoditas

Principal Energy Shift Institute, Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma, menyoroti skema subsidi yang saat ini diterapkan di tanah air. Menurutnya, pelekatan subsidi pada barang atau komoditas, alih-alih langsung menyasar individu atau kelompok masyarakat yang membutuhkan, memicu risiko ketidaktepatan sasaran.

"Yang jadi masalah adalah, kita melihat sistem subsidi dan kompensasi di Indonesia ini attach-nya bukan ke orang, bukan ke masyarakatnya, tapi attach-nya ke commodities," ujar Ahmad Zuhdi.

Baca Juga

Trump Isyaratkan Sanksi Bank China yang Bantu Iran Jelang Kunjungan Xi Jinping ke AS

Trump Isyaratkan Sanksi Bank China yang Bantu Iran Jelang Kunjungan Xi Jinping ke AS

Kondisi ini dinilai membahayakan efisiensi keuangan negara karena anggaran subsidi yang besar berpotensi dinikmati oleh kelompok masyarakat yang tidak berhak. Ketika subsidi menempel pada komoditas, siapa pun dapat mengakses barang bersubsidi tersebut dengan bebas di pasar tanpa adanya pembatasan yang ketat berdasarkan profil penerima manfaat.

Kenaikan Anggaran dalam RAPBN 2027

Peningkatan anggaran energi dalam RAPBN 2027 mencakup seluruh sektor utama, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), LPG tabung 3 kilogram, hingga tarif listrik.

Secara rinci, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi untuk BBM jenis tertentu seperti Pertalite dan Solar sebesar Rp28,7 triliun. Nilai tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 8,71 persen dibandingkan dengan outlook APBN 2026 yang sebesar Rp26,4 triliun.

Baca Juga

Kepala Badan Gizi Nasional Temui Menkeu, Bahas Rencana Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp240 Triliun

Kepala Badan Gizi Nasional Temui Menkeu, Bahas Rencana Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp240 Triliun

Selanjutnya, anggaran subsidi untuk LPG 3 kg diproyeksikan mengalami lonjakan yang cukup besar, yakni menjadi Rp114,1 triliun dari perkiraan realisasi tahun 2026 yang senilai Rp90,4 triliun.

Sementara itu, subsidi listrik juga direncanakan naik menjadi Rp130,1 triliun pada RAPBN 2027, dari outlook tahun 2026 yang dipatok pada angka Rp110,4 triliun.

Sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi belanja negara dan membatasi kebocoran, pemerintah berencana memperketat pengawasan. Salah satu langkah yang disiapkan

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Trump Isyaratkan Sanksi Bank China yang Bantu Iran Jelang Kunjungan Xi Jinping ke ASKepala Badan Gizi Nasional Temui Menkeu, Bahas Rencana Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp240 TriliunAnggaran Terhambat Pergeseran, Petugas Karhutla Kaltim Gunakan Dana PribadiDonald Trump Ubah Nama Danau Ontario Menjadi Danau AmerikaCekcok Masalah Parkir di Palu, Anggota Propam Tembak Juru Parkir hingga TewasHarapan Polri pada Kejagung Usai Hakim Tolak Praperadilan FebrieAlasan Pemerintah Turunkan Insentif Motor Listrik Menjadi Rp3 JutaKuasa Hukum Febrie Heran Hakim Tolak Praperadilan Kasus TPPU

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap