Arus lalu lintas di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, kembali normal pada Jumat (28/8/2026) pagi setelah massa yang bertahan mulai membubarkan diri. Tim Oranye juga langsung bergerak membersihkan sisa-sisa puing dari aksi massa yang berserakan di jalan.
Sebelumnya, situasi di kawasan tersebut sempat memanas saat massa bergerak ke arah Gedung Manggala Wanabakti. Aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi kemudian memukul mundur pergerakan massa tersebut. Pengamanan di sekitar Jalan Pejompongan, tepatnya di samping perlintasan kereta api, juga diperkuat oleh personel gabungan dari TNI AD dan TNI AU.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, turun langsung menemui massa yang masih bertahan. Langkah ini diambil setelah ia menerima laporan mengenai adanya kelompok yang belum bersedia membubarkan diri. Sebelumnya, sekitar pukul 07.30 WIB, sejumlah massa terpantau masih bertahan di bawah Flyover Pejompongan.
Kades Undar Andir Serang Ditangkap Terkait Kasus Sabu, Konsumsi Narkoba Sejak 2021

Saat ditemui, massa meminta bantuan Arifin agar rekan-rekan mereka yang diduga diamankan oleh aparat kepolisian segera dilepaskan. Menanggapi hal tersebut, Arifin meminta massa memberikan nama-nama rekan mereka agar bisa dikoordinasikan lebih lanjut.
"Saya tanyakan siapa nama-namanya supaya bisa dikomunikasikan dengan jajaran Polda," kata Arifin.
Dukcapil Buka Layanan Adminduk Darurat bagi Korban Gempa Nagekeo

Arifin juga menyebutkan bahwa massa yang bertahan di lokasi tidak seluruhnya merupakan warga Jakarta. Beberapa di antaranya diketahui berasal dari daerah lain, termasuk Bogor.
Sebagian massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 08.20 WIB. Tak lama kemudian, sekitar pukul 08.30 WIB, arus lalu lintas di Jalan Pejompongan dekat perlintasan kereta api kembali normal. Arifin dilaporkan meninggalkan lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.






