Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah menyiapkan penerapan standar konstruksi bangunan tahan gempa untuk memulihkan fasilitas publik serta permukiman warga. Langkah ini diambil pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8) lalu.
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Nabit, menyatakan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian terhadap regulasi dan standar konstruksi bangunan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan guncangan tinggi. Salah satu wilayah yang kini menjadi fokus evaluasi fisik bangunan adalah Kecamatan Reok.
Selain evaluasi kelayakan fisik, Pemkab Manggarai juga akan mengkaji kembali standar struktur untuk infrastruktur dan bangunan bertingkat. Herybertus menjelaskan bahwa kerentanan yang ada saat ini sangat berisiko bagi bangunan yang memiliki lebih dari dua lantai. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan kerja pimpinan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Manggarai pada Jumat (28/8).
Tanggap Darurat Gempa Manggarai Barat Diperpanjang hingga 12 September 2026

Untuk mendukung upaya ini, BMKG menerjunkan tim ahli guna melakukan survei mikroseismik dan makroseismik di lokasi terdampak. Survei tersebut bertujuan memetakan karakteristik serta respons tanah lokal terhadap guncangan gempa. BMKG juga mendampingi pemerintah daerah di wilayah Flores dalam menyusun peta mikrozonasi dan rekonstruksi bangunan tahan gempa di NTT.
Peta mikrozonasi serta pedoman standar tata ruang hasil kajian BMKG ini nantinya akan diserahkan kepada Pemkab Manggarai dan kementerian terkait. Beberapa di antaranya adalah Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dokumen tersebut diproyeksikan menjadi acuan utama dalam perencanaan pembangunan dan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Pencuri Sound System Masjid di Bintan Utara Ditangkap setelah Buron Sebulan

Upaya penguatan struktur bangunan ini dinilai krusial demi keselamatan warga. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa penguatan bangunan merupakan salah satu kunci utama dalam mitigasi bencana gempa bumi.






