Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan menjelang akhir pekan. Pada penutupan sesi I hari Jumat (28/8/2026), IHSG terpantau menguat 27,11 poin atau naik 0,42% dan parkir di level 6.548,86.
Performa ini memperpanjang catatan positif dari perdagangan hari Kamis (27/8/2026), di mana indeks ditutup melonjak sebesar 1,81% menuju level 6.521,75.
Berdasarkan data transaksi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan indeks sepanjang paruh pertama hari ini berada di rentang tertinggi 6.566,90 dan sempat menyentuh level terendah di 6.518,45. Sebanyak 343 saham mencatatkan kenaikan harga, sedangkan 290 saham bergerak melemah, dan 330 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi atau stagnan.
Aktivitas pasar pada sesi pertama ini mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp7,78 triliun. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar 21,05 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,13 juta kali.
Video, Dipengaruhi Indeks Dolar AS, Gimana Nasib Rupiah di Akhir 2026?

Kenaikan indeks pada paruh pertama hari ini ditopang oleh kinerja sebagian besar sektor. Sektor energi memimpin penguatan terbesar dengan kenaikan 1,46%, disusul oleh sektor teknologi yang meningkat 1,41%, dan sektor finansial yang menguat 0,92%. Beberapa sektor lain yang turut parkir di zona hijau meliputi jasa pendidikan dan akademik sebesar 0,82%, konsumer non-primer 0,74%, utilitas 0,34%, properti 0,09%, serta sektor industri yang naik 0,04%.
Sebaliknya, hanya ada tiga sektor yang mengalami pelemahan pada perdagangan sesi ini. Sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan mencapai 2,07%, diikuti oleh sektor bahan dasar yang turun 0,49%, dan sektor konsumer primer yang terkoreksi 0,03%.
Saham Penopang dan Penekan Indeks
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi motor utama penguatan indeks pada sesi pertama ini. Saham BBCA yang berada di level 6.525 memberikan sumbangan terbesar dengan tambahan 11,75 poin terhadap IHSG. Selain itu, emiten PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turut berkontribusi sebesar 10,50 poin, disusul oleh PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MTEL) yang menyumbang 9,79 poin.
Sejumlah saham perbankan dan non-perbankan lainnya juga ikut menopang laju indeks. Di antaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan kontribusi 4,66 poin, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar 3,60 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan 1,74 poin, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 1,4 poin.
BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation, Tetapkan HGII dan KEEN sebagai Saham Hijau

Di sisi lain, tekanan terhadap indeks datang dari pergerakan saham PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang mengurangi laju IHSG sebanyak 3,4 poin.
Sentimen Penggerak Pasar
Arah pergerakan pasar saham hari ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen domestik. Salah satu fokus pelaku pasar di dalam negeri adalah keputusan Komisi XI DPR yang telah menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode jabatan 2026-2031. Selain itu, perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang ditargetkan rampung pada Desember 2026 turut menjadi perhatian pasar.
Dari faktor global, investor tengah menanti pidato pertama dari Gubernur bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole. Sementara dari kawasan Asia, perhatian pelaku pasar tertuju pada rencana rilis data indeks kepercayaan konsumen periode Agustus oleh Jepang.






