PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi meluncurkan penetapan saham berbasis hijau atau IDX Green Equity Designation. Langkah ini ditandai dengan penerbitan Surat Keputusan Direksi BEI yang mulai berlaku efektif sejak 31 Juli 2026. Melalui kebijakan baru ini, otoritas bursa berupaya mendorong transparansi dan penerapan prinsip keberlanjutan di pasar modal Indonesia.
Dalam implementasi awal penetapan ini, sejumlah perusahaan tercatat telah masuk ke dalam kategori Saham Hijau (Green Equity). Emiten yang mendapatkan penetapan tersebut di antaranya adalah PT Hero Global Investment Tbk. (HGII) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN). Penetapan ini diharapkan menjadi acuan baru bagi investor yang ingin menyelaraskan portofolio investasi mereka dengan prinsip ramah lingkungan.
IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,42% ke Level 6.548,86

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa pengembangan IDX Green Equity Designation ini didasarkan pada standar nasional dan internasional. Sistem penilaian mengacu pada Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, BEI juga menyelaraskan kriteria tersebut dengan Green Equity Principles yang dirilis oleh World Federation of Exchanges.
Tren pelaporan keberlanjutan di kalangan perusahaan tercatat menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Juli 2026, tercatat sebanyak 83% perusahaan yang melantai di bursa telah menyampaikan laporan keberlanjutan untuk tahun buku 2025. Dari jumlah perusahaan yang menyampaikan laporan tersebut, sebanyak 15% di antaranya telah memperoleh jaminan independen (independent assurance) untuk memverifikasi keabsahan data laporan mereka.
Video, Dipengaruhi Indeks Dolar AS, Gimana Nasib Rupiah di Akhir 2026?

Komitmen terhadap pengurangan emisi juga semakin terlihat pada emiten skala besar. Sekitar 62,5% perusahaan yang masuk dalam indeks IDX-80 tercatat telah menetapkan target emisi nol bersih atau net zero target. Dengan adanya instrumen IDX Green Equity Designation, BEI memproyeksikan porsi perusahaan yang berkomitmen pada aspek lingkungan akan terus bertambah di masa mendatang.






