Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua DPP Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas PKS, Netty Prasetiyani, mendorong pemberian pendampingan psikososial bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Masukan ini telah disampaikan langsung kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja.
Menurut Netty, dukungan kesehatan jiwa dan psikososial tidak hanya diperlukan oleh warga terdampak, tetapi juga bagi tenaga kesehatan, tenaga cadangan kesehatan, hingga relawan. Ia menilai penanganan bencana di NTT cukup berat, sehingga para petugas lapangan juga rentan menanggung beban mental.
Kades Undar Andir Serang Ditangkap Terkait Kasus Sabu, Konsumsi Narkoba Sejak 2021

Selain masalah kesehatan mental, Netty menyoroti ancaman gangguan kesehatan di posko pengungsian, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga gangguan gizi. Ia meminta agar pemulihan fasilitas kesehatan yang rusak, seperti puskesmas dan rumah sakit, segera dilakukan setelah fase tanggap darurat.
Dukcapil Buka Layanan Adminduk Darurat bagi Korban Gempa Nagekeo

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa perbaikan fasilitas kesehatan yang rusak ringan ditargetkan selesai dalam 1-2 bulan, rusak sedang 3-6 bulan, dan rusak berat 6-12 bulan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban jiwa akibat gempa NTT kini mencapai 111 orang setelah adanya tambahan 6 korban meninggal dunia.






