Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bersama Dinas Dukcapil Kabupaten Nagekeo membuka layanan jemput bola untuk membantu warga terdampak gempa. Layanan darurat ini didirikan di tenda pengungsian yang berada di halaman Paroki Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Persiapan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di posko Aeramo dimulai pada Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 07.30 WITA. Layanan tersebut resmi dibuka pada pukul 09.00 WITA oleh Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, didampingi Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi serta tim pusat yang dipimpin oleh Kasubdit Tata Kelola dan Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi dan Komunikasi Ditjen Dukcapil, Indersan Rakha. Sementara itu, tim lapangan dari Dinas Dukcapil Nagekeo dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Oscar Yoseph Amekae Sina.
Kades Undar Andir Serang Ditangkap Terkait Kasus Sabu, Konsumsi Narkoba Sejak 2021

Untuk mendukung kelancaran layanan di lokasi bencana, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyerahkan bantuan berupa 6.000 keping blangko KTP-el, ribbon, serta perangkat Starlink untuk memperkuat konektivitas internet.
Dalam satu hari pelayanan, tim gabungan berhasil menerbitkan 300 dokumen kependudukan bagi warga terdampak. Dokumen yang diterbitkan meliputi 108 KTP elektronik, 93 kartu keluarga, 49 kartu identitas anak, 26 akta kelahiran, 4 akta kematian, 3 akta perkawinan, 9 perekaman KTP-el baru, serta 5 surat keterangan pindah warga negara Indonesia. Selain itu, petugas memproses masing-masing satu dokumen untuk berita acara kesepakatan anak angkat, pengesahan anak, dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital.
Tanggap Darurat Gempa Manggarai Barat Diperpanjang hingga 12 September 2026

Layanan darurat ini dihadirkan menyusul bencana gempa bumi di Nagekeo yang mengakibatkan sembilan korban jiwa dan melukai 22 orang. Gempa tersebut juga merusak 7.430 rumah warga serta 540 bangunan kantor dan fasilitas umum yang tersebar di enam kecamatan dan 113 desa.






