Pemerintah Iran menetapkan syarat mutlak untuk membuka kembali akses ke Selat Hormuz. Salah satu syarat utama yang diajukan oleh pihak Iran adalah berakhirnya perang yang saat ini tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Tuntutan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei. Ia menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang akan dibuat dengan Amerika Serikat (AS) terkait Selat Hormuz harus mencakup penghentian perang secara menyeluruh. Selain itu, kesepakatan tersebut juga harus mencakup penghentian operasi militer di wilayah Gaza, Lebanon, dan Suriah. Menurut Rezaei, masalah Selat Hormuz tidak dapat dipisahkan dari konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah.
Realisasi Subsidi dan Kompensasi Energi Capai Rp233 Triliun per Juni 2026, Reformasi Dinilai Mendesak

Meskipun menetapkan syarat mutlak tersebut, Iran saat ini masih membuka akses secara terbatas. Pihak Iran mengizinkan adanya koridor sementara dan terbatas bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
179 Ribu Korban Gempa NTT Magnitudo 7,7 Mengungsi, Butuh Tenda dan Akses Jalan

Sebagai langkah penanganan situasi ini, Oman dan Iran juga telah mengadakan pembahasan mengenai sebuah proposal penting. Kedua negara mendiskusikan proposal untuk membuat jalur pelayaran bersama yang bersifat sementara melalui Selat Hormuz guna memfasilitasi perlintasan kapal.






