apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Strategi Baru Bank Sentral Asia Jaga Stabilitas Mata Uang Tanpa Kuras Devisa

Togar PanjaitanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 08.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Baru Bank Sentral Asia Jaga Stabilitas Mata Uang Tanpa Kuras Devisa
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Sejumlah bank sentral di negara berkembang Asia kini tengah menjajaki strategi baru demi menjaga stabilitas nilai tukar mata uang masing-masing. Langkah ini diambil agar otoritas moneter tidak terus-menerus mengandalkan dan menguras cadangan devisa negara. Alih-alih hanya berpegang pada intervensi pasar valuta asing dan kenaikan suku bunga acuan, bank sentral di kawasan ini mulai memperluas taktik untuk menarik aliran dolar AS dari berbagai sumber, baik domestik maupun luar negeri.

Tekanan terhadap mata uang Asia dipicu oleh tingginya ketidakpastian global yang masih membayangi pasar keuangan. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sempat mendorong lonjakan harga minyak dunia, yang kemudian memperumit inflasi global. Selain pergerakan harga minyak, faktor lain seperti dampak fenomena cuaca El Nino, tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta keperkasaan dolar AS menjadi tantangan berat. Situasi ini diperumit oleh dinamika internal bank sentral AS, The Fed, di mana tiga pejabat menyatakan perbedaan pendapat dalam keputusan mempertahankan suku bunga pada bulan lalu.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Akibat rentetan sentimen tersebut, beberapa mata uang di Asia mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan. Berdasarkan data Bloomberg yang memantau 22 mata uang negara berkembang, rupiah Indonesia, rupee India, dan baht Thailand masuk dalam jajaran lima mata uang dengan kinerja terburuk. Kondisi ini kontras dengan pergerakan di wilayah lain, seperti peso Kolombia, real Brasil, dan peso Meksiko, yang justru berada di daftar mata uang berkinerja terbaik. Bahkan, rupee India sempat merosot hingga menyentuh level terendah sepanjang sejarah pada bulan Mei lalu.

Baca Juga

Sinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026

Sinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026

Guna mengatasi tekanan ini tanpa menguras cadangan devisa, berbagai negara menerapkan kebijakan inovatif untuk menarik dolar. India, misalnya, berhasil menghimpun dana hampir USD 40 miliar atau sekitar Rp 715 triliun dari komunitas diaspora mereka melalui instrumen simpanan dolar dengan imbal hasil tinggi. Sementara itu, Korea Selatan mengambil langkah dengan mendorong korporasi domestik mempercepat pemulangan atau repatriasi pendapatan dolar mereka ke dalam negeri. Kebijakan repatriasi ini terbukti efektif membantu mata uang won mencatat penguatan bulanan terbesar sejak tahun 2022.

Langkah serupa juga ditempuh oleh Taiwan, yang meminta para eksportir setempat untuk menjual dolar AS ketika mata uang lokal mereka berada di bawah tekanan. Di sisi lain, Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif dalam menarik modal asing. Dalam dua bulan terakhir, Indonesia berhasil menarik aliran dana sekitar USD 1,6 miliar atau setara Rp 28,6 triliun masuk ke pasar obligasi dalam negeri.

Baca Juga

Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan Daerah

Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan Daerah

Para analis menilai taktik pengumpulan likuiditas dolar ini sangat krusial bagi ketahanan ekonomi jangka panjang. Head of Asia FX and Rates Strategy di BofA Global Research, Claudio Piron, serta Senior Currency Analyst MUFG Bank di Singapura, Michael Wan, mengamati bahwa bank sentral di Asia kini berupaya mempertahankan lebih banyak amunisi kebijakan di tengah tingginya ketidakpastian global. Senada dengan hal tersebut, Head of Investment Management di Western Asset Management Singapura, Desmond Fu, juga menyoroti pentingnya diversifikasi langkah penyelamatan mata uang agar stabilitas ekonomi kawasan tetap terjaga tanpa harus mengorbankan cadangan devisa yang ada.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

RupiahNilai TukarDolar AS

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026