apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Satgas PRR Dorong Integrasi Pemulihan DAS, Irigasi, dan Lahan Sawah di Aceh

Domu TobingDiterbitkan 10 Agu 2026 - 04.54 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Satgas PRR Dorong Integrasi Pemulihan DAS, Irigasi, dan Lahan Sawah di Aceh
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Upaya pemulihan sektor pertanian, sistem pengairan, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) pascabencana di Provinsi Aceh memasuki babak baru. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat, 7 Agustus 2026 di Banda Aceh untuk mengoordinasikan langkah-langkah integrasi pemulihan infrastruktur vital tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kasatgas PRR Tito Karnavian serta Kaposko Wilayah Satgas PRR Safrizal Zakaria Ali dalam memfasilitasi dan mengawasi percepatan rekonstruksi di daerah terdampak.

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
per 5 Agustus 2026, penyusunan Dokumen Rancangan Teknis/Survei, Investigasi, dan Desain (DRT/SID) telah mencapai 39.409 hektare, atau sekitar 75 persen dari total target sebesar 52.394 hektare. Sementara itu, pengerjaan fisik atau konstruksi di lapangan baru berjalan di area seluas 16.780 hektare, yang merepresentasikan 32 persen dari target keseluruhan. Untuk mendukung produktivitas petani, Kementerian Pertanian juga telah menyalurkan bantuan benih padi pascabencana senilai kurang lebih Rp9,67 miliar untuk lahan seluas 26.177 hektare, dengan realisasi penanaman yang kini telah menjangkau 10.416 hektare. Di samping tanaman pangan, sektor perkebunan mendapat alokasi anggaran belanja tambahan sebesar Rp328,08 miliar guna memulihkan lahan seluas 15.718 hektare yang tersebar di delapan kabupaten.

Meskipun proses administrasi berjalan cepat di beberapa wilayah, realisasi fisik di lapangan masih menghadapi tantangan tersendiri. Empat daerah, yakni Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, dan Kota Langsa, tercatat telah mencapai 100 persen dalam penandatanganan kontrak kegiatan pemulihan lahan. Kendati demikian, realisasi konstruksi gabungan di keempat daerah tersebut secara keseluruhan baru menyentuh angka sekitar 18 persen. Di Kota Langsa sendiri, optimalisasi lahan baru terealisasi sebesar 16,32 persen. Sementara itu, di Pidie Jaya, dari total sekitar 1.507 hektare lahan pertanian yang terdampak, baru 312 hektare lahan rusak ringan yang berhasil ditangani, sedangkan untuk lahan dengan kerusakan berat belum mendapatkan penanganan sama sekali.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Di daerah lain, progres pemulihan menunjukkan perkembangan yang bervariasi. Kabupaten Bireuen telah menyelesaikan rehabilitasi sawah kategori sedang seluas 677 hektare dan menuntaskan optimalisasi lahan seluas 1.943 hektare, sehingga pemerintah daerah setempat kini mengusulkan rehabilitasi tahap kedua untuk lahan seluas 1.019 hektare. Di Kabupaten Aceh Barat, progres optimalisasi lahan sawah terdampak yang melibatkan 96 kelompok tani di delapan kecamatan telah mencapai sekitar 75 persen, didukung oleh penyelesaian 100 persen rehabilitasi jaringan irigasi tersier di 14 titik. Kabupaten Aceh Timur juga telah menyelesaikan rehabilitasi sawah tahap pertama seluas 1.770 hektare dengan bantuan pengerjaan dari pihak TNI.

Tantangan pemulihan juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kendala administratif. Kabupaten Aceh Besar melaporkan adanya ancaman kekeringan yang melanda sekitar 2.000 hektare sawah di 19 kecamatan. Untuk mengatasinya, optimalisasi lahan di wilayah tersebut telah terealisasi seluas 1.087 hektare, atau 47,20 persen dari target tahap pertama sebesar 2.303 hektare, dengan proyeksi penggunaan sumur bor yang mampu mengairi sekitar 20 hektare per unit. Di Kabupaten Gayo Lues, penanganan sawah dengan tingkat kerusakan ringan telah mencapai 98 persen, namun sekitar 1.208 hektare lahan rusak berat belum dapat dikerjakan karena masih menunggu diterbitkannya petunjuk pelaksanaan.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Secara keseluruhan, koordinasi lintas sektor terus diupayakan guna mengatasi ketimpangan kemajuan fisik di lapangan. Kerusakan lahan pertanian di wilayah lain seperti Aceh Utara juga tergolong masif, dengan rincian sawah rusak berat mencapai 4.679 hektare, rusak sedang 6.447 hektare, dan rusak ringan 7.189 hektare. Guna mendukung pengairan dan pengendalian banjir, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melaporkan bahwa penanganan tanggap darurat yang mereka lakukan kini telah mencapai 87,42 persen. Integrasi seluruh sektor ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat tani di Aceh secara menyeluruh.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian PertanianSatgas PRR

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026