Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 51 poin atau 0,29 persen ke level Rp17.693 per dolar AS pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Penguatan ini terjadi di tengah penegasan dari Gubernur Bank Indonesia terpilih, Destry Damayanti, mengenai pentingnya menjaga independensi bank sentral meskipun sinergi dengan pemerintah terus diperkuat.
Sebelumnya, rupiah ditutup pada level Rp17.744 per dolar AS. Pergerakan positif ini juga tercermin pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang menguat ke angka Rp17.703 per dolar AS, dibandingkan dengan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.762 per dolar AS.
Komisi XI DPR RI telah memberikan persetujuan kepada Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia terpilih untuk masa jabatan 2026-2031 melalui rapat internal. Destry secara definitif menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari kursi Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Seiring dengan perubahan kepemimpinan ini, posisi Deputi Gubernur Senior BI yang ditinggalkan oleh Destry kini diisi oleh Aida S. Budiman untuk periode yang sama.
Alasan Pemerintah Turunkan Insentif Motor Listrik Menjadi Rp3 Juta

Dalam keterangannya, Destry Damayanti menekankan bahwa peningkatan kerja sama dengan pemerintah tidak akan mengorbankan independensi dan kredibilitas Bank Indonesia. Ia menyoroti pentingnya penerapan bauran kebijakan serta langkah-langkah pendalaman pasar uang dan valuta asing (valas) sebagai strategi utama untuk memelihara stabilitas rupiah.
Berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), Bank Indonesia memang diamanatkan untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif guna mendukung pertumbuhan sektor riil dan membuka lapangan kerja baru. Oleh karena itu, dukungan BI terhadap target pertumbuhan ekonomi pemerintah tetap berjalan selaras dengan koridor undang-undang tersebut.
Fenomena Orang Tua Datangi Pameran Properti untuk Carikan Rumah Anak Gen Y dan Gen Z

Di pasar global, pergerakan mata uang dipengaruhi oleh beberapa indikator eksternal. Indeks Dolar AS (DXY) terpantau berada di kisaran 99,18, sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun bertahan di level yang relatif tinggi, yakni sekitar 4,68 persen. Muhammad Amru Syifa dari divisi Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) memantau perkembangan indikator global ini di tengah kebijakan The Fed yang kini dipimpin oleh Kevin Warsh.






