Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengusulkan agar peristiwa sejarah tahun 1740 diangkat menjadi sebuah pertunjukan teater. Usulan ini diproyeksikan sebagai salah satu agenda dalam menyambut peringatan hari jadi Jakarta yang ke-500 pada tahun 2027 mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Rano setelah menyaksikan pementasan drama musikal bertajuk "Putri Lopian: Bunga Belantara Dairi" di Taman Ismail Marzuki pada Minggu (30/8). Terkesan dengan penampilan para pemeran, Rano langsung menantang pihak penyelenggara untuk menggarap kisah sejarah lokal Jakarta untuk pementasan tahun depan.
Tantangan untuk Sekolah Seni Yonif
Rano memberikan tantangan kepada Sekolah Seni Yonif untuk mulai mempersiapkan pertunjukan teater bertema peristiwa tahun 1740. Sebagai bentuk komitmen, Rano berjanji bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan dukungan penuh agar pementasan tersebut dapat terwujud.
KH Miftachul Akhyar Terpilih Kembali sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031

Peristiwa tahun 1740 yang dimaksud Rano merujuk pada konflik besar yang melibatkan masyarakat Cina melawan tentara Belanda yang dibantu oleh kalangan pribumi. Rano menggambarkan peristiwa tersebut sebagai tragedi genosida pertama di wilayah ini, yang kemudian menjadi cikal bakal penamaan kawasan Kali Angke. Melalui pementasan drama, sejarah penting ini diharapkan dapat dikenalkan kembali kepada publik.
Kisah Putri Lopian dan Proses Produksi
Usulan pementasan sejarah Jakarta ini lahir setelah Rano melihat kesuksesan drama musikal "Putri Lopian: Bunga Belantara Dairi". Lakon tersebut mengangkat kisah heroik Putri Lopian Sinambela, anak perempuan dari Raja Sisingamangaraja XII.
Kepala Sekolah Seni Yonif yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadiskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan bahwa kisah ini dipilih karena membawa pesan moral yang kuat. Tokoh Putri Lopian digambarkan sebagai sosok perempuan muda yang memilih setia berdiri di sisi keluarga dan rakyatnya demi berjuang melawan penjajahan Belanda.
Hasil Sidang 9 AHWA Sepakati Kiai Miftachul Jadi Rais Aam Masa Khidmat 2026-2031

Pementasan "Putri Lopian" sendiri menjadi tonggak sejarah baru bagi Sekolah Seni Yonif karena merupakan produksi perdana yang sepenuhnya dikerjakan mandiri oleh para siswa. Seluruh elemen pertunjukan, mulai dari olah vokal, koreografi tarian, tata rias wajah, hingga penataan busana, digarap langsung oleh anak-anak didik sekolah seni tersebut.
Produksi skala besar ini melibatkan lebih dari 60 talenta yang tampil di atas panggung, dengan total personel produksi mencapai lebih dari 100 orang. Demi menampilkan hasil terbaik, seluruh tim dilaporkan menjalani proses latihan intensif setiap hari selama hampir satu bulan penuh.






