PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I/2026, tumbuh 40,8 persen secara tahunan. Pencapaian ini menunjukkan hasil positif dari langkah transformasi perseroan dari bank penyalur KPR (mortgage bank) menjadi bank berbasis ekosistem pembiayaan perumahan (housing financial ecosystem).
Chairman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto, menilai bahwa perbankan saat ini memang wajib melakukan transformasi agar tidak kehilangan nasabah. Menurutnya, hasil transformasi BTN sudah mulai terlihat dari pertumbuhan bisnis, perbaikan kualitas kredit, serta penguatan fundamental perusahaan.
Kinerja Keuangan dan Ekspansi Portofolio
Sepanjang semester I/2026, total aset BTN tercatat telah mencapai Rp545 triliun. Kinerja tersebut didukung oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang mencapai Rp418 triliun, serta perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp433 triliun.
GT Cipeundeuy Tol Cipali Mulai Bertarif, Ini Rincian Lengkapnya

Kualitas kredit BTN juga mengalami perbaikan yang ditunjukkan dengan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 2,99 persen dari sebelumnya 3,3 persen. Sementara itu, biaya kredit (cost of credit) juga mengalami penurunan dari 2,0 persen menjadi 0,7 persen.
Selain memperkuat bisnis inti, BTN memperluas ekspansinya ke segmen di luar mortgage dengan mengakuisisi portofolio kredit pensiun milik SMBC Indonesia senilai hampir Rp20 triliun. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan BTN dalam melayani kebutuhan finansial nasabah hingga masa pensiun.
Meski melakukan ekspansi ke segmen baru, BTN tetap menjaga komitmennya pada pembiayaan perumahan nasional. Pada semester I/2026, kredit perumahan subsidi BTN tumbuh 8,1 persen menjadi Rp196,96 triliun, sedangkan Kredit Program Perumahan telah mencapai Rp4,1 triliun.
Bos IMF Peringatkan Guncangan Harga Energi Global Belum Berakhir

Penguatan Ekosistem Digital Lewat Bale by BTN
Langkah transformasi BTN juga diperkuat melalui digitalisasi dengan mengandalkan aplikasi super (superapp) Bale by BTN. Saat ini, platform digital tersebut telah memiliki sekitar 4,5 juta pengguna.
Layanan Bale by BTN didukung oleh kemitraan dengan 358 ribu merchant, 14 ribu pengembang (developer), serta telah terintegrasi dengan 59 pemerintah daerah. Hingga periode semester I/2026, volume transaksi melalui superapp ini tercatat mencapai 2,63 kali transaksi dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp134 triliun.






