Venezuela dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan minyak yang akan berlaku selama 25 tahun. Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, menyebut kerja sama ini sebagai perjanjian bersejarah yang diharapkan menjadi motor pemulihan ekonomi negaranya. Melalui kerja sama ini, Venezuela menargetkan produksi minyak harian dapat melampaui 1,5 juta barel.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan finalisasi kesepakatan tersebut pada Jumat (28/8) melalui media sosial Truth Social. Trump menyebutnya sebagai kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia untuk mengamankan kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak. Trump mengeklaim kerja sama ini disusun melalui kemitraan dengan sektor swasta tanpa membebani pembayar pajak AS. Atas tercapainya kesepakatan ini, Rodriguez menyampaikan terima kasih kepada Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Proyek kerja sama ini mencakup pengembangan delapan ladang minyak mentah di Sabuk Minyak Orinoco, sebuah kawasan seluas lebih dari 55 ribu kilometer persegi di wilayah timur dan timur-tengah Venezuela. Untuk mempercepat pemulihan sektor minyak strategis tersebut, pihak AS akan menyediakan modal, teknologi, dan kemampuan operasional.
MIND ID Dorong Arah Baru Industri Pertambangan Nasional

Meskipun demikian, Rodriguez menegaskan bahwa Venezuela tetap mempertahankan kepemilikan dan kedaulatan penuh atas sumber daya alamnya. Pemerintah Venezuela juga berjanji akan bersikap transparan kepada publik mengenai investasi, produksi, penerimaan negara, serta ketentuan bagi para operator.
Dari sisi finansial, kesepakatan ini memuat skema royalti minimal sebesar 16 persen dan pajak penghasilan sebesar 34 persen. Secara konkret, sekitar 19 dolar AS dari setiap barel minyak yang diproduksi dan dijual akan langsung masuk ke kas negara. Dengan asumsi harga minyak sebesar 65 dolar AS per barel, Rodriguez memperkirakan proyek ini dapat menghasilkan pendapatan hingga 209,335 miliar dolar AS bagi Venezuela.
KDKMP Didorong Terhubung Lewat Kerja Sama Bisnis dengan BUMN dan Swasta

Setelah kesepakatan ini, Rodriguez menyatakan keinginan Venezuela untuk melangkah lebih jauh dengan menandatangani kesepakatan serupa yang melibatkan perusahaan energi raksasa dunia lainnya seperti Chevron, Repsol, Eni, Shell, dan BP. Sementara itu, Marco Rubio menilai kesepakatan ini sebagai kemenangan besar bagi kedua negara dan memperkirakan proyek ini dapat menarik investasi swasta hingga hampir 100 miliar dolar AS ke Venezuela.






