Pemerintah terus bergerak cepat memastikan penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur berjalan secara optimal. Dalam perkembangannya, Purbaya Buka Opsi Tambah Anggaran BNPB Tangani Dampak Gempa NTT demi menjamin ketersediaan dana darurat di lapangan. Langkah taktis ini disiapkan guna mengantisipasi apabila alokasi anggaran yang telah dikucurkan saat ini dinilai masih belum mencukupi kebutuhan penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang juga merupakan mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan ini. Dalam kunjungannya, Purbaya turut menyampaikan amanat khusus dari Kepala Negara. Presiden Prabowo Subianto menitipkan salam hangat bagi seluruh korban gempa di Nusa Tenggara Timur, sebagai bentuk perhatian mendalam dari pemerintah pusat terhadap musibah yang menimpa masyarakat setempat.
Purbaya Kucurkan Rp 44 Miliar untuk Pemulihan Bencana di NTT

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Kementerian Keuangan menyalurkan bantuan langsung yang berasal dari sumbangan sukarela para pegawainya. Bantuan tersebut diangkut menggunakan satu unit truk dan berisi berbagai kebutuhan pokok yang sangat mendesak bagi para pengungsi. Rincian bantuan logistik ini meliputi 4.600 kilogram beras, 2.740 kilogram gula pasir, 210 liter minyak goreng, 380 lembar selimut, 81 unit terpal, serta 200 potong pakaian layak pakai. Selain itu, dikirimkan pula bahan pangan siap saji seperti 225 dus susu, 150 dus mi instan, 300 papan telur, 200 dus makanan ringan, dan 540 dus air mineral untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga terdampak.
Tidak hanya bahan makanan pokok, bantuan tersebut juga mencakup perlengkapan kebersihan dan kebutuhan harian lainnya. Kemenkeu mengirimkan 20 dus kopi dan teh, 20 dus sereal, 30 dus sabun, 60 dus popok bayi, 61 dus pembalut wanita, 5 dus pasta gigi, serta 5 dus losion tubuh. Kebutuhan dapur pun tidak luput dari perhatian dengan dikirimnya 13 dus bumbu dapur dan 7 dus kecap serta saus. Untuk langkah selanjutnya, Purbaya memastikan bahwa BNPB akan segera mengirimkan tenda-tenda darurat sebagai tempat bernaung sementara bagi para korban gempa yang kehilangan tempat tinggal.
Yuri Apresiasi Solusi Pemerintah atas Ricuh di Kantor PT Timah

Ke depannya, Kementerian Keuangan berkomitmen untuk terus memonitor secara ketat proses penyaluran bantuan yang dijalankan oleh BNPB. Pengawasan ini dilakukan agar seluruh logistik dan dana bantuan gempa NTT dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Jika dalam proses pemantauan tersebut ditemukan bahwa dana yang telah dikucurkan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pemulihan, opsi penambahan anggaran bagi BNPB akan segera dibuka demi kelancaran penanganan dampak bencana di lapangan.






