Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran kini tengah dipersiapkan oleh kalangan pekerja di Indonesia. Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mengumumkan kesiapan mereka untuk turun ke jalan guna mengawal arah kebijakan regulasi ketenagakerjaan yang baru. Langkah ini diambil sebagai respons nyata dari para buruh dalam menyuarakan aspirasi mereka secara langsung kepada para pembuat kebijakan di tingkat nasional. Aksi demonstrasi berskala besar ini direncanakan akan menyasar dua titik pusat kekuasaan dan legislasi di Jakarta, yaitu Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Istana Negara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi massa ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus atau memasuki bulan September mendatang.
Skala dari rencana aksi ini diproyeksikan akan melibatkan massa dalam jumlah yang sangat besar. Puluhan ribu buruh yang tergabung sebagai anggota resmi KSPN dipastikan akan memadati jalanan ibu kota. Tidak hanya dari internal konfederasi, gelombang massa juga akan diperkuat oleh kehadiran para pekerja dari ribuan serikat pekerja mandiri di tingkat perusahaan. Kelompok pekerja mandiri ini merupakan serikat-serikat yang selama ini bergerak secara independen dan tidak berafiliasi dengan konfederasi maupun federasi buruh manapun di Indonesia. Keikutsertaan elemen pekerja independen ini menunjukkan adanya kesamaan pandangan dan keresahan yang meluas di tingkat akar rumput mengenai masa depan regulasi ketenagakerjaan di tanah air.








