Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas di Jawa Barat. Salah satu langkah konkret yang baru saja dirampungkan adalah pemasangan 6 PCU Girder pada Jembatan Interchange 03, yang menjadi bagian penting dari proyek Jalan Tol Akses Patimban.
Pemasangan girder ini menandai selesainya salah satu tahapan krusial dalam konstruksi struktur atas jembatan. Setelah fase ini selesai, rangkaian pekerjaan fisik akan terus dilanjutkan guna memastikan keamanan dan kesiapan jembatan sebelum dapat dilintasi secara fungsional.
Kelanjutan Konstruksi Jembatan Interchange 03
Pekerjaan pada Jembatan Interchange 03 kini memasuki fase berikutnya setelah pemasangan girder selesai. Kementerian PU mengonfirmasi bahwa langkah selanjutnya adalah pemasangan jaring pengaman untuk menjaga keselamatan kerja di area konstruksi.
Pascagempa NTT, 28 Bangunan RSUD Ende Dinyatakan Layak Digunakan Kembali

Setelah jaring pengaman terpasang, tim di lapangan akan melaksanakan pengecoran diafragma untuk mengikat girder agar menjadi satu kesatuan struktur yang kokoh. Tahapan berikutnya mencakup pengerjaan deck slab atau pelat lantai jembatan yang berfungsi sebagai landasan jalan, dan akan diakhiri dengan pemasangan barrier atau dinding pembatas di sepanjang sisi jembatan.
Rincian Progres Konstruksi Dua Segmen Tol
Secara keseluruhan, proyek Jalan Tol Akses Patimban dirancang memiliki total panjang 37,05 kilometer (km). Proyek strategis ini dibagi menjadi dua porsi pengerjaan, yakni segmen yang dikerjakan oleh pemerintah dan segmen oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Kedua segmen tersebut menunjukkan perkembangan konstruksi sebagai berikut:
96 Ribu Turis Asing Naik Kereta dalam Sebulan, Paling Banyak dari Stasiun Ini

- Segmen Pemerintah: Memiliki panjang jalan tol mencapai 22,94 km. Saat ini, realisasi fisik pada porsi pemerintah telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan tingkat progres mencapai 69,74 persen.
- Segmen BUJT: Membentang sepanjang 14,11 km. Hingga kini, perkembangan konstruksi pada bagian yang dikelola oleh badan usaha jalan tol ini tercatat telah mencapai 14,01 persen.
Menghubungkan Patimban dengan Tol Cipali
Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban ini ditargetkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mempermudah akses logistik ke kawasan pelabuhan internasional. Jalan tol ini nantinya akan langsung terhubung dengan Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).
Dengan terkoneksinya akses tol ini ke jaringan Tol Trans Jawa melalui Tol Cipali, arus distribusi barang dari berbagai kawasan industri di Jawa Barat menuju Pelabuhan Patimban diharapkan dapat berjalan lebih cepat tanpa harus membebani jalan arteri nasional.






